Penetapan APBD 2013 DKI Jakarta dipastikan molor
Senin, 19 November 2012 - 16:08 WIB
Penetapan APBD 2013 DKI Jakarta dipastikan molor
A
A
A
Sindonews.com - Penetapan APBD DKI Jakarta 2013 dipastikan molor, dan tidak bisa disahkan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Pengesahan diperkirakan akan dilaksanakan pada pertengahan Januari tahun depan.
Hal itu karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) beserta DPRD DKI, diketahui sampai saat ini masih melakukan pembahasan mengenai Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
"Kelihatannnya kalau dilihat dari jadwal, tidak mungkin akhir Desember. Ya, sedikit lewat sekitar dipertengahan Januari (2013)," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sarwo Handayani di Balaikota, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Wanita yang akrab disapa Yani ini menjelaskan, pembahasan KUA dan PPAS masih akan dilakukan, dan 23 November 2013 nanti, MOU KUA dan PPAS akan ditandatangani. Setelah itu, RAPBD DKI akan diserahkan ke Jokowi serta DPRD.
Selain itu, pemunduran yang terjadi juga karena adanya pergantian pemimpin. Sehingga ada program-program yang perlu disesuaikan. "Perlu adanya pembahasan antara eksekutif dan legislatif untuk penyesuaian kembali. Kita kan punya pemimpin baru, jadi ada penyesuaian," jelas Yani.
Di sisi lain, sampai pertengahan bulan ini, penyerapan APBD DKI diakui baru mencapai 56 persen. Ada tiga kendala didalamnya, sehingga penyerapan baru mencapai angka itu.
Ketiga kendala itu yakni, masih ada kontraktor yang belum menagih pembayaran, beberapa program di APBD perubahan masih dalam proses, serta pembebasan lahan yang juga masih dalam proses.
Namun, diakui dibandingkan tahun lalu, angka yang ada lebih tinggi sebanyak 2,5 persen. "Targetnya sih harus lebih baik dari tahun lalu. Paling tidak sama dengan tahun lalu. Penyerapannya tahun lalu mencapai 85 persen, jangan lebih jelek, sukur-sukur bisa lebih," terang Yani.
Sebelumnya diketahui, Gubernur DKI Jakarta Jokowi juga sempat mengakui bahwa pembahasan KUA dan PPAS masih akan terus dilanjutkan. Sehingga penetapan APBD DKI 2013 tidak bisa tepat dilaksanakan pada waktunya.
Mantan Wali Kota Solo ini juga tidak terlalu mengambil pusing mengenai hal ini. "Kalau mau cepet nanti tidak baik. Lebih baik molor, tapi menghasilkan sesuatu yang baik," tukas Jokowi.
Hal itu karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) beserta DPRD DKI, diketahui sampai saat ini masih melakukan pembahasan mengenai Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
"Kelihatannnya kalau dilihat dari jadwal, tidak mungkin akhir Desember. Ya, sedikit lewat sekitar dipertengahan Januari (2013)," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sarwo Handayani di Balaikota, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Wanita yang akrab disapa Yani ini menjelaskan, pembahasan KUA dan PPAS masih akan dilakukan, dan 23 November 2013 nanti, MOU KUA dan PPAS akan ditandatangani. Setelah itu, RAPBD DKI akan diserahkan ke Jokowi serta DPRD.
Selain itu, pemunduran yang terjadi juga karena adanya pergantian pemimpin. Sehingga ada program-program yang perlu disesuaikan. "Perlu adanya pembahasan antara eksekutif dan legislatif untuk penyesuaian kembali. Kita kan punya pemimpin baru, jadi ada penyesuaian," jelas Yani.
Di sisi lain, sampai pertengahan bulan ini, penyerapan APBD DKI diakui baru mencapai 56 persen. Ada tiga kendala didalamnya, sehingga penyerapan baru mencapai angka itu.
Ketiga kendala itu yakni, masih ada kontraktor yang belum menagih pembayaran, beberapa program di APBD perubahan masih dalam proses, serta pembebasan lahan yang juga masih dalam proses.
Namun, diakui dibandingkan tahun lalu, angka yang ada lebih tinggi sebanyak 2,5 persen. "Targetnya sih harus lebih baik dari tahun lalu. Paling tidak sama dengan tahun lalu. Penyerapannya tahun lalu mencapai 85 persen, jangan lebih jelek, sukur-sukur bisa lebih," terang Yani.
Sebelumnya diketahui, Gubernur DKI Jakarta Jokowi juga sempat mengakui bahwa pembahasan KUA dan PPAS masih akan terus dilanjutkan. Sehingga penetapan APBD DKI 2013 tidak bisa tepat dilaksanakan pada waktunya.
Mantan Wali Kota Solo ini juga tidak terlalu mengambil pusing mengenai hal ini. "Kalau mau cepet nanti tidak baik. Lebih baik molor, tapi menghasilkan sesuatu yang baik," tukas Jokowi.
(san)