Arogan, Kepala UPTD didemo siswa SLB
Senin, 19 November 2012 - 12:39 WIB
Arogan, Kepala UPTD didemo siswa SLB
A
A
A
Sindonews.com - Kerap bersikap arogan dan melakukan pungli, puluhan siswa sekolah luar biasa bersama guru dari Yayasan Pembina dan Penyelenggara Pendidikan Luar Biasa (YP3LB) Makassar melakukan demo.
Mereka menuntut agar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kecamatan Biringkanayya, Samsul Alam, dicopot dari jabatannya, Senin (19/11/2012).
Dalam aksi yang dipusatkan di Kantor Disdik Makassar Jalan Hertasning, Samsul Alam dinilai telah melakukan pemerasan, pungli sampai kekerasan terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) YP3LB, Ratna.
Ratna, yang ditemui mengatakan, tindakan pemukulan Samsul Alam terhadapnya terjadi Rabu 14 November 2012 lalu di sekolahnya. Saat itu, Samsul datang marah-marah dan langsung memukulnya tanpa alasan yang jelas saat proses belajar mengajar berlangsung.
Menurut Ratna, kemungkinan Samsul dendam terhadapnya, karena sebelumnya Samsul datang ke rumahnya tapi tidak direspon olehnya, "Bisa saja dia itu dendam, bukan hanya itu pemukulan yang dilakukan dia saat sementara proses belajar mengajar berjalan," kata Ratna.
Ratna melanjutkan, tindakan Samsul ini sudah keterlaluan, sebelumnya Samsul sering meminta uang dana bos senilai Rp500 ribu tiap bulannya untuk disumbangkan di UPTD.
Bukan hanya itu, Samsul juga pernah meminta dana dari sekolah untuk pembangunan gedung UPTD yang notabene sudah dianggarkan pemerintah.
"Dia sering minta uang dana bos, namun saya tidak merespon, makanya dia dendam," tuturnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, dari info berbagai guru, Samsul memintai uang Rp100 ribu untuk tanda tangan DP3 guru, jika tidak diberikan maka DP3 yang bersangkutan tidak akan diberikan.
Dikonfirmasi secara terpisah, Komite Aksi Mahasiswa Rakyat Demokratis (Kamrad) yang mendampingi YP3LB, meminta Kadis Diknas, Mahmud BM, serius menangani persoalan pungli dan mafia pendidikan di kota Makassar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Mahmud berjanji akan menindak Kepala UPTD terkait laporan ini. "Saya akan panggil Kepala UPTD hari ini untuk diklarifikasi, jika terbukti maka Saya akan copot," tegas Mahmud.
Mereka menuntut agar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kecamatan Biringkanayya, Samsul Alam, dicopot dari jabatannya, Senin (19/11/2012).
Dalam aksi yang dipusatkan di Kantor Disdik Makassar Jalan Hertasning, Samsul Alam dinilai telah melakukan pemerasan, pungli sampai kekerasan terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) YP3LB, Ratna.
Ratna, yang ditemui mengatakan, tindakan pemukulan Samsul Alam terhadapnya terjadi Rabu 14 November 2012 lalu di sekolahnya. Saat itu, Samsul datang marah-marah dan langsung memukulnya tanpa alasan yang jelas saat proses belajar mengajar berlangsung.
Menurut Ratna, kemungkinan Samsul dendam terhadapnya, karena sebelumnya Samsul datang ke rumahnya tapi tidak direspon olehnya, "Bisa saja dia itu dendam, bukan hanya itu pemukulan yang dilakukan dia saat sementara proses belajar mengajar berjalan," kata Ratna.
Ratna melanjutkan, tindakan Samsul ini sudah keterlaluan, sebelumnya Samsul sering meminta uang dana bos senilai Rp500 ribu tiap bulannya untuk disumbangkan di UPTD.
Bukan hanya itu, Samsul juga pernah meminta dana dari sekolah untuk pembangunan gedung UPTD yang notabene sudah dianggarkan pemerintah.
"Dia sering minta uang dana bos, namun saya tidak merespon, makanya dia dendam," tuturnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, dari info berbagai guru, Samsul memintai uang Rp100 ribu untuk tanda tangan DP3 guru, jika tidak diberikan maka DP3 yang bersangkutan tidak akan diberikan.
Dikonfirmasi secara terpisah, Komite Aksi Mahasiswa Rakyat Demokratis (Kamrad) yang mendampingi YP3LB, meminta Kadis Diknas, Mahmud BM, serius menangani persoalan pungli dan mafia pendidikan di kota Makassar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Mahmud berjanji akan menindak Kepala UPTD terkait laporan ini. "Saya akan panggil Kepala UPTD hari ini untuk diklarifikasi, jika terbukti maka Saya akan copot," tegas Mahmud.
(ysw)