Warga Pulau Harapan tewas gantung diri
Sabtu, 17 November 2012 - 18:19 WIB
Warga Pulau Harapan tewas gantung diri
A
A
A
Sindonews.com - Warga Rt 09 Dusun II Desa Pulau Harapan Kecamatan Sembawa Banyuasin mendadak heboh. Seorang warga yang diketahui bernama Sukardi bin Zasli (19) ditemukan tewas tergantung di belakang rumahnya dengan leher terjerat sehelai kain panjang.
Bujangan yang bekerja sebagai buruh ini diduga kuat tewas karena gantung diri, karena dari kemaluannya mengeluarkan cairan dan lidah menjulur ke luar. Dari hasil identifikasi petugas Polres Banyuasin yang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di jasad Sukardi.
Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu helai kain berwarna coklat ukuran 1,5 meter, kemeja batik warna merah, celana jeans warna hitam, celana pendek warna putih, baju kaos warna putih dan celana dalam warna biru.
Sang Ibu, Amina (40) mengaku mengetahui anaknya tewas ketika hendak ke dapur rumah. Dia sontak melihat sosok tubuh anaknnya yang tergantung.
"Pas aku ke belakang, aku lihat anakku sudah tergantung dengan leher terikat sehelai kain pada alang atas rumah," katanya.
Bahkan, saat menemukan jasad anak ketiganya tersebut, dia langsung menjerit dan memanggil anggota keluarga lainnya. "Kami turunkan, tapi dia sudah tidak bernapas lagi," ujarnya.
Amina mengaku tidak mengetahui jelas penyebab atau masalah yang sedang dialami anaknya tersebut. Sukardi, sambung dia, termasuk anak yang pendiam dan tidak banyak ulah.
"Aku ndak ngerti. Selama ini dia ndak pernah cerita, dan memang anaknya pendiam, seolah tidak ada persoalan," tukas Amina.
Kapolres AKBP Agus Setiyawan melalui Paur Humas Ipda Hasbullah membenarkan peristiwa tersebut. "Anggota kita sudah ke TKP dan sejauh ini murni gantung diri, karena di tubuh korban tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan," tegasnya.
Pihak keluarga sendiri sudah menyatakan ikhlas dan tidak bersedia untuk dilakukan visum terhadap jasad korban.
Bujangan yang bekerja sebagai buruh ini diduga kuat tewas karena gantung diri, karena dari kemaluannya mengeluarkan cairan dan lidah menjulur ke luar. Dari hasil identifikasi petugas Polres Banyuasin yang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di jasad Sukardi.
Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu helai kain berwarna coklat ukuran 1,5 meter, kemeja batik warna merah, celana jeans warna hitam, celana pendek warna putih, baju kaos warna putih dan celana dalam warna biru.
Sang Ibu, Amina (40) mengaku mengetahui anaknya tewas ketika hendak ke dapur rumah. Dia sontak melihat sosok tubuh anaknnya yang tergantung.
"Pas aku ke belakang, aku lihat anakku sudah tergantung dengan leher terikat sehelai kain pada alang atas rumah," katanya.
Bahkan, saat menemukan jasad anak ketiganya tersebut, dia langsung menjerit dan memanggil anggota keluarga lainnya. "Kami turunkan, tapi dia sudah tidak bernapas lagi," ujarnya.
Amina mengaku tidak mengetahui jelas penyebab atau masalah yang sedang dialami anaknya tersebut. Sukardi, sambung dia, termasuk anak yang pendiam dan tidak banyak ulah.
"Aku ndak ngerti. Selama ini dia ndak pernah cerita, dan memang anaknya pendiam, seolah tidak ada persoalan," tukas Amina.
Kapolres AKBP Agus Setiyawan melalui Paur Humas Ipda Hasbullah membenarkan peristiwa tersebut. "Anggota kita sudah ke TKP dan sejauh ini murni gantung diri, karena di tubuh korban tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan," tegasnya.
Pihak keluarga sendiri sudah menyatakan ikhlas dan tidak bersedia untuk dilakukan visum terhadap jasad korban.
(azh)