Dark Funeral kampanyekan anti bajakan
Sabtu, 17 November 2012 - 12:38 WIB
Dark Funeral kampanyekan anti bajakan
A
A
A
Sindonews.com - Pagelaran musik metal "Monster Legend" kembali hadir di Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. Kali ini, konser menghadirkan band black metal papan atas dari Swedia, Dark Funeral.
Sejak pukul 09.00 WIB, band-band pembuka konser sudah mulai menyiapkan alat dan mendirikan stand jualan. Tampak para panitia dan band pembuka, tengah sibuk melakukan persiapan manggung.
Beberapa pengunjung musik cadas hitam-hitam (celana, kaos dengan gambar seram) sudah mulai berdatangan. Diperkirakan 1.000-2.000 orang akan datang ke acara ini. Namun, kapasitas tempat hanya sanggup menampung 300-500 orang.
Pagelaran musik, dimulai pukul 02.00 WIB, dibuka oleh band lokal Kembang 7 Rupa, disusul oleh Kantong Simayith, Gorgorion, Leprosy, Regeth, Azal 666, Torax, Antasena, F.O.D (Fight or Die), Agnostika, Ortodeus, Ded Cromatix, Tenggorokan, dan Kedjawen.
Setelah itu, acara akan break untuk azan Magrib dan dilanjutkan dengan Kembang Kuburan, Santet, lalu Dark Funeral yang akan mulai tampil sekira pukul 19.10-20.30 WIB. Selama waktu itu, Dark Funeral akan membawakan 5-6 lagu.
"Ini pertunjukkan perdana mereka di Indonesia. Habis dari sini, mereka akan ke Bali. Rencananya mereka di sini main 1 jam, memainkan sekira 4-5 lagu," ujar Ketua Pelaksana Monster of Legend, Syaiendra Putra saat berbincang dengan Sindonews, di Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/11/2012).
Ditambahkan dia, kedatangan Dark Funeral ke Indonesia sebagai bagian dari "The Satanic War Tour 2012". Selain itu, mereka juga ingin mengkampanyekan anti pembajakan kaset dan album band metal, sebagai bentuk dukungan terhadap komunitas underground.
"Dia juga mengecam masalah rekaman bootleg atau bajakan. Sebenarnya, intinya mereka sama kayak band-band lain, untuk genre band metal tetap hidup. Intinya kita mau mengundang mereka ke sini, untuk mengenalkan musik black metal. Kita ingin black metal tetap ada, di tengah gempuran band-band metal lain," terangnya.
Lebih lanjut, Syaiendra alias Ade berharap, komunitas underground dapat bersama mengembangkan musik metal dengan menolak segala macam bentuk pembajakan dan mulai dengan membeli album band yang asli.
"Kalau mereka benar-benar metalhead yang ingin metal maju, beli kasetnya yang asli. No bootleg," tukasnya.
Sejak pukul 09.00 WIB, band-band pembuka konser sudah mulai menyiapkan alat dan mendirikan stand jualan. Tampak para panitia dan band pembuka, tengah sibuk melakukan persiapan manggung.
Beberapa pengunjung musik cadas hitam-hitam (celana, kaos dengan gambar seram) sudah mulai berdatangan. Diperkirakan 1.000-2.000 orang akan datang ke acara ini. Namun, kapasitas tempat hanya sanggup menampung 300-500 orang.
Pagelaran musik, dimulai pukul 02.00 WIB, dibuka oleh band lokal Kembang 7 Rupa, disusul oleh Kantong Simayith, Gorgorion, Leprosy, Regeth, Azal 666, Torax, Antasena, F.O.D (Fight or Die), Agnostika, Ortodeus, Ded Cromatix, Tenggorokan, dan Kedjawen.
Setelah itu, acara akan break untuk azan Magrib dan dilanjutkan dengan Kembang Kuburan, Santet, lalu Dark Funeral yang akan mulai tampil sekira pukul 19.10-20.30 WIB. Selama waktu itu, Dark Funeral akan membawakan 5-6 lagu.
"Ini pertunjukkan perdana mereka di Indonesia. Habis dari sini, mereka akan ke Bali. Rencananya mereka di sini main 1 jam, memainkan sekira 4-5 lagu," ujar Ketua Pelaksana Monster of Legend, Syaiendra Putra saat berbincang dengan Sindonews, di Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/11/2012).
Ditambahkan dia, kedatangan Dark Funeral ke Indonesia sebagai bagian dari "The Satanic War Tour 2012". Selain itu, mereka juga ingin mengkampanyekan anti pembajakan kaset dan album band metal, sebagai bentuk dukungan terhadap komunitas underground.
"Dia juga mengecam masalah rekaman bootleg atau bajakan. Sebenarnya, intinya mereka sama kayak band-band lain, untuk genre band metal tetap hidup. Intinya kita mau mengundang mereka ke sini, untuk mengenalkan musik black metal. Kita ingin black metal tetap ada, di tengah gempuran band-band metal lain," terangnya.
Lebih lanjut, Syaiendra alias Ade berharap, komunitas underground dapat bersama mengembangkan musik metal dengan menolak segala macam bentuk pembajakan dan mulai dengan membeli album band yang asli.
"Kalau mereka benar-benar metalhead yang ingin metal maju, beli kasetnya yang asli. No bootleg," tukasnya.
(san)