Irigasi tertimbun, 130 hektare sawah terancam kekeringan
Sabtu, 17 November 2012 - 01:14 WIB
Irigasi tertimbun, 130 hektare sawah terancam kekeringan
A
A
A
Sindonews.com – Sedikitnya 130 hektare sawah milik warga di dua desa, yakni Desa Pulau Panggung dan Desa Sukabumi Kecamatan Pajar Bulan terancam kekeringan.
Tingginya curah hujan membuat tanah yang ada di sekitar areal persawahan menjadi longsor dan menimbun saluran irigasi.
Kontur tanah yang tidak stabil menyebabkan saluran irigasi menjadi patah.
Kepala Desa (Kades) Pulau Panggung Tawawi Basri mengaku telah melaporkan kondisi ini ke pihak Kecamatan Pajar Bulan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) untuk segera mengambil tindakan secepatnya.
Menurutnya, medan untuk ke lokasi cukup sulit mengingat titik longsor yang berada di atas pebukitan dengan kemiringan yang cukup curam.
“Di samping kondisi yang sulit, tanahnya juga tidak stabil, kalau tidak hati-hati bisa saja terjadi longsor susulan,” kata Tawawi, Jumat (16/11/2012).
Kades Sukabumi Rahmat juga menambahkan, sebagai langkah antisipasi sementara, secara swadaya, masyarakat membuat jembatan air berbahan kayu guna mengaliri air yang tertimbun tanah ke sawah.
“Kita berinisiatif dengan bergotong royong membuat jembatan dan saluran sementara waktu, sehingga air yang seharusnya mengaliri sawah warga, tidak mengalir ke daerah lain,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lahat Faisal Ishak mengakui telah mendapat laporan dari warga. “Kita menyarankan agar warga desa untuk membuat usulan pembangunan permanen berupa dinding penahan dan irigasi pada Musrenbang 2013 mendatang,” katanya.
Tingginya curah hujan membuat tanah yang ada di sekitar areal persawahan menjadi longsor dan menimbun saluran irigasi.
Kontur tanah yang tidak stabil menyebabkan saluran irigasi menjadi patah.
Kepala Desa (Kades) Pulau Panggung Tawawi Basri mengaku telah melaporkan kondisi ini ke pihak Kecamatan Pajar Bulan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) untuk segera mengambil tindakan secepatnya.
Menurutnya, medan untuk ke lokasi cukup sulit mengingat titik longsor yang berada di atas pebukitan dengan kemiringan yang cukup curam.
“Di samping kondisi yang sulit, tanahnya juga tidak stabil, kalau tidak hati-hati bisa saja terjadi longsor susulan,” kata Tawawi, Jumat (16/11/2012).
Kades Sukabumi Rahmat juga menambahkan, sebagai langkah antisipasi sementara, secara swadaya, masyarakat membuat jembatan air berbahan kayu guna mengaliri air yang tertimbun tanah ke sawah.
“Kita berinisiatif dengan bergotong royong membuat jembatan dan saluran sementara waktu, sehingga air yang seharusnya mengaliri sawah warga, tidak mengalir ke daerah lain,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lahat Faisal Ishak mengakui telah mendapat laporan dari warga. “Kita menyarankan agar warga desa untuk membuat usulan pembangunan permanen berupa dinding penahan dan irigasi pada Musrenbang 2013 mendatang,” katanya.
(ysw)