Bendungan Progo terkendala hujan
Kamis, 15 November 2012 - 23:00 WIB
Bendungan Progo terkendala hujan
A
A
A
Sindonews.com - Pembangunan bendungan Sungai Progo di Desa Jumo, Kecamatan Jumo, Temanggung terhambat hujan. Mengingat proyek senilai Rp4,5 miliar tersebut saat ini membutuhkan cahaya matahari untuk pengerjaan pondasi bangunan.
"Kami cukup terkendala hujan, karena pondasi perlu cepat kering dan harus kuat. Saat ini baru tahap pondasi," kata Tim Pembangunan Bendungan Progo Pistan Supangkat, di lokasi, Kamis (15/11/2012).
Menurut Supangkat, target akhir bendungan tersebut diharapkan agar mampu mengatasi kekeringan yang terjadi di daerah tersebut. Luas edaran air diperhitungkan mencapai 1.115 hektar.
Meskipun mendapatkan kendala hujan, namun sesuai agenda proyek fisik dikatakannya harus dapat diselesaikan.
"Target pembangunan bendungan ini secara fisik dapat selesai pada akhir November ini," terangnya.
Dia mengungkapkan, rencana pembangunan bendungan tersebut sudah berulang kali diusulkan dalam forum Musrembang, namun selalu kandas. Baru tahun ini mendapatkan persetujuan dari pemeritah pusat yang siap mengucurkan anggaran pembangunannya.
Lokasi proyek berada di Dusun Jagalan, Desa Jumo, Kecamatan Jumo memanfaatkan aliran air Sungai Progo.
"Soal lahan sudah tidak ada masalah, karena telah dilakukan pembebasan tanah milik sembilan warga sekitar dengan luas 7.500 meter," paparnya.
Untuk pembiayaan pembebasan lahan, anggaran diperoleh dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar 75 persen dan sisanya ditanggung APBD 2012 Pemerintah Kabupaten Temanggung.
Supangkat mengatakan, pembangunan Bendungan Progo Pistan ini dibagi dalam dua tahap, tahap pertama merupakan tahap pembangunan fisik dengan batas waktu akhir November 2012. Selanjutnya tahap kedua menggarap jaringan irigasi sepanjang 12 kilometer.
Di lahan seluas 10 hektar pada proyek tersebut rencananya juga akan dibangun jembatan sepanjang 12 meter untuk jalur usaha tani.
"Kami cukup terkendala hujan, karena pondasi perlu cepat kering dan harus kuat. Saat ini baru tahap pondasi," kata Tim Pembangunan Bendungan Progo Pistan Supangkat, di lokasi, Kamis (15/11/2012).
Menurut Supangkat, target akhir bendungan tersebut diharapkan agar mampu mengatasi kekeringan yang terjadi di daerah tersebut. Luas edaran air diperhitungkan mencapai 1.115 hektar.
Meskipun mendapatkan kendala hujan, namun sesuai agenda proyek fisik dikatakannya harus dapat diselesaikan.
"Target pembangunan bendungan ini secara fisik dapat selesai pada akhir November ini," terangnya.
Dia mengungkapkan, rencana pembangunan bendungan tersebut sudah berulang kali diusulkan dalam forum Musrembang, namun selalu kandas. Baru tahun ini mendapatkan persetujuan dari pemeritah pusat yang siap mengucurkan anggaran pembangunannya.
Lokasi proyek berada di Dusun Jagalan, Desa Jumo, Kecamatan Jumo memanfaatkan aliran air Sungai Progo.
"Soal lahan sudah tidak ada masalah, karena telah dilakukan pembebasan tanah milik sembilan warga sekitar dengan luas 7.500 meter," paparnya.
Untuk pembiayaan pembebasan lahan, anggaran diperoleh dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar 75 persen dan sisanya ditanggung APBD 2012 Pemerintah Kabupaten Temanggung.
Supangkat mengatakan, pembangunan Bendungan Progo Pistan ini dibagi dalam dua tahap, tahap pertama merupakan tahap pembangunan fisik dengan batas waktu akhir November 2012. Selanjutnya tahap kedua menggarap jaringan irigasi sepanjang 12 kilometer.
Di lahan seluas 10 hektar pada proyek tersebut rencananya juga akan dibangun jembatan sepanjang 12 meter untuk jalur usaha tani.
(rsa)