2013, DKI punya empat arah fokus pendidikan
Kamis, 15 November 2012 - 14:19 WIB
2013, DKI punya empat arah fokus pendidikan
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengaku memiliki empat arah fokus pendidikan di Jakarta untuk dilaksanakan pada tahun 2013 mendatang.
Empat arah fokus diketahui berdasarkan arahan dari langsung dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), saat Diknas DKI Jakarta melakukan pemaparan langsung mengenai skema anggaran pendidikan beberapa waktu lalu.
"Keempat arah fokus pendidikan tersebut membahas seputar peningkatan akses dan pemerataan pendidikan, penyelesaian rehabilitasi sekolah dan peningkatan sarana dan prasarana sekolah, penanggulangan masalah tawuran pelajar, dan manajemen penganggaran pendidikan," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulianto, di Galeri Cafe Cikini, Jakarta, Kamis (15/11/2012).
Menurut Taufik, Jokowi mengarahkan agar akses pendidikan ini bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Terlebih masyarakat di Jakarta melihat angka partisipasi kasar sudah cukup untuk tingkatan SD.
Pihaknya juga diminta untuk mengefisiensikan anggaran pada tahun depan. Pasalnya, untuk Kartu Jakarta Pintar (tahun 2013) slotnya lebih banyak ketimbang tahun ini.
"Kami disuruh mengefisiensikan anggaran sebanyak 25 persen," tukas Taufik.
Empat arah fokus diketahui berdasarkan arahan dari langsung dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), saat Diknas DKI Jakarta melakukan pemaparan langsung mengenai skema anggaran pendidikan beberapa waktu lalu.
"Keempat arah fokus pendidikan tersebut membahas seputar peningkatan akses dan pemerataan pendidikan, penyelesaian rehabilitasi sekolah dan peningkatan sarana dan prasarana sekolah, penanggulangan masalah tawuran pelajar, dan manajemen penganggaran pendidikan," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulianto, di Galeri Cafe Cikini, Jakarta, Kamis (15/11/2012).
Menurut Taufik, Jokowi mengarahkan agar akses pendidikan ini bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Terlebih masyarakat di Jakarta melihat angka partisipasi kasar sudah cukup untuk tingkatan SD.
Pihaknya juga diminta untuk mengefisiensikan anggaran pada tahun depan. Pasalnya, untuk Kartu Jakarta Pintar (tahun 2013) slotnya lebih banyak ketimbang tahun ini.
"Kami disuruh mengefisiensikan anggaran sebanyak 25 persen," tukas Taufik.
(rsa)