Anak korban banjir Depok butuh seragam sekolah
Kamis, 15 November 2012 - 00:45 WIB
Anak korban banjir Depok butuh seragam sekolah
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 110 kepala keluarga di Depok, menjadi korban banjir akibat jebolnya tanggul Kali Laya, Bukit Cengkeh, Cimanggis. Banyak harta benda korban yang tak bisa diselamatkan, karena terendam banjir setinggi 1,5 meter dua hari lalu.
Baik itu barang-barang elektronik, surat berharga, hingga buku-buku dan seragam sekolah. "Yang paling dibutuhkan warga korban banjir saat ini, yakni lauk pauk, air bersih, dan seragam sekolah anak-anak korban banjir yang layak pakai," ujar Koordinator Pengendalian Tagana Dinas Sosial Kota Depok, Ramdoni, di Depok, Rabu (14/11/2012).
Menanggapi hal itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail langsung menyuruh anak buahnya dan para kepala dinas untuk membuat data daftar donatur yang hendak menyumbang seragam sekolah. Sementara untuk menanggulangi peristiwa banjir, dan jebolnya tanggul, pihaknya memakai anggaran dana pemeliharaan dan tanggap darurat.
"Saya kan harus bertindak sesuai aturan, kalau memang harus mengganti sampai elektronik warga, kalau perlu buatkan rekening ini, untuk membantu warga. Kalau hanya baju sekolah, maka pasti kita segera tangani. Selain itu, warga yang ingin menyumbang juga boleh, suruh daftar saja cepat," tegas Nur Mahmudi.
Saat ini, terdapat empat pekerjaan utama sampai disektor hilir selesai. Proses penyempurnaan, akan dilakukan lagi pada menghidupkan lagi saluran eksisting yang lama. "Yang utama, kita sudah punya proyek 4 buah. Tak perlu tambahan dana. Ini masuk dana pemeliharaan, agar cepat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Hery Gumilar mengatakan, penanganan yang dilakukan saat ini yakni dalam pekerjaan darurat dengan menaruh batu-batu kali atau bronjong. Sementara penurapan permanen, akan terus dilakukan oleh para kontraktor.
"Pelaksanaan sedang berjalan, tetap turap permanen. Sebaiknya untuk rumah warga yang ketabrak limpahan air mengungsi dulu, kami targetkan Jumat-Sabtu selesai," tutup Hery.
Baik itu barang-barang elektronik, surat berharga, hingga buku-buku dan seragam sekolah. "Yang paling dibutuhkan warga korban banjir saat ini, yakni lauk pauk, air bersih, dan seragam sekolah anak-anak korban banjir yang layak pakai," ujar Koordinator Pengendalian Tagana Dinas Sosial Kota Depok, Ramdoni, di Depok, Rabu (14/11/2012).
Menanggapi hal itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail langsung menyuruh anak buahnya dan para kepala dinas untuk membuat data daftar donatur yang hendak menyumbang seragam sekolah. Sementara untuk menanggulangi peristiwa banjir, dan jebolnya tanggul, pihaknya memakai anggaran dana pemeliharaan dan tanggap darurat.
"Saya kan harus bertindak sesuai aturan, kalau memang harus mengganti sampai elektronik warga, kalau perlu buatkan rekening ini, untuk membantu warga. Kalau hanya baju sekolah, maka pasti kita segera tangani. Selain itu, warga yang ingin menyumbang juga boleh, suruh daftar saja cepat," tegas Nur Mahmudi.
Saat ini, terdapat empat pekerjaan utama sampai disektor hilir selesai. Proses penyempurnaan, akan dilakukan lagi pada menghidupkan lagi saluran eksisting yang lama. "Yang utama, kita sudah punya proyek 4 buah. Tak perlu tambahan dana. Ini masuk dana pemeliharaan, agar cepat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Hery Gumilar mengatakan, penanganan yang dilakukan saat ini yakni dalam pekerjaan darurat dengan menaruh batu-batu kali atau bronjong. Sementara penurapan permanen, akan terus dilakukan oleh para kontraktor.
"Pelaksanaan sedang berjalan, tetap turap permanen. Sebaiknya untuk rumah warga yang ketabrak limpahan air mengungsi dulu, kami targetkan Jumat-Sabtu selesai," tutup Hery.
(san)