Bayi penderita hydrocephalus di Bogor butuh bantuan
Selasa, 13 November 2012 - 19:55 WIB
Bayi penderita hydrocephalus di Bogor butuh bantuan
A
A
A
Sindonews.com - Rafi Arya Satya, balita berusia dua bulan asal Bantar Jati Atas, RT 03/13, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, terpaksa harus menjalani perawatan di ruang Aster F 209 RS PMI Bogo, karena menderita penyakit hydrocephalus.
Balita dari pasangan Mia rusmiati (28), dan Muhamad Armanto (29), yang diketahui berprofesi sebagai sopir (antar jemput anak sekolah), mulai menderita penyakit itu sejak berusia 40 hari.
"Awalnya badan anak saya panas, tapi setelah panasnya turun langsung kejang-kejang," papar Mia, Ibunda Rafi di Bogor, Selasa (13/11/2012).
Mengetahui anaknya mengalami keanehan, bayi mungil tersebut dilarikan ke dokter spesialis anak dan saraf di Hermina. Karena kondisi Rafi mulai tidak stabil dan dokter RS Hermina melihat adanya benjolan dikepalanya, pihak RS Hermina menyarankan untuk merujuknya ke Rumah Sakit lain, agar dilakukan Siti Scan.
"Akhirnya kami bawa ke Rumah Sakit Azra untuk di Scan, Sabtu 10 Nopember 2012 kemarin, karena di RS Hermina enggak ada alat tersebut," terangnya.
Dia melanjutkan, mengetahui anak pertamanya menderita penyakit hydrocephalus, keluarga langsung merujuknya ke Rumah Sakit PMI Bogor, pada Minggu 11 Nopember 2012. Pihak keluarga juga mengaku kaget Rafi menderita hydrocephalus, karena riwayat keluarganya tidak ada yang mengalami penyakit tersebut.
Sementara itu, ayah balita malang tersebut mengakui, hingga kini masih kebingungan dengan biaya pengobatan untuk operasi anaknya tersebut, karena faktor ekonomi dari dirasakannya sangat kurang. Hingga kini, keluarga belum bisa menggunakan Jamkesda, dengan alasan Kartu Tanda Penduduk dari kedua orang tuanya bukan warga Bogor, melainkan Cilacap.
"Kami bingung mas harus bagaimana, karena takut biaya untuk pengobatannya mahal, karena belum bisa diurus Jamkesdanya, harus minta surat pindah ke Bogor baru bisa," katanya.
Armanto menambahkan, saya sangat berharap anak saya bisa kembali normal, dan beruntung teman-teman dan keluarga lain masih banyak yang peduli, mereka memberikan bantuan ke pada kami. "Alhamdulillah masih ada yang peduli," paparnya.
Balita dari pasangan Mia rusmiati (28), dan Muhamad Armanto (29), yang diketahui berprofesi sebagai sopir (antar jemput anak sekolah), mulai menderita penyakit itu sejak berusia 40 hari.
"Awalnya badan anak saya panas, tapi setelah panasnya turun langsung kejang-kejang," papar Mia, Ibunda Rafi di Bogor, Selasa (13/11/2012).
Mengetahui anaknya mengalami keanehan, bayi mungil tersebut dilarikan ke dokter spesialis anak dan saraf di Hermina. Karena kondisi Rafi mulai tidak stabil dan dokter RS Hermina melihat adanya benjolan dikepalanya, pihak RS Hermina menyarankan untuk merujuknya ke Rumah Sakit lain, agar dilakukan Siti Scan.
"Akhirnya kami bawa ke Rumah Sakit Azra untuk di Scan, Sabtu 10 Nopember 2012 kemarin, karena di RS Hermina enggak ada alat tersebut," terangnya.
Dia melanjutkan, mengetahui anak pertamanya menderita penyakit hydrocephalus, keluarga langsung merujuknya ke Rumah Sakit PMI Bogor, pada Minggu 11 Nopember 2012. Pihak keluarga juga mengaku kaget Rafi menderita hydrocephalus, karena riwayat keluarganya tidak ada yang mengalami penyakit tersebut.
Sementara itu, ayah balita malang tersebut mengakui, hingga kini masih kebingungan dengan biaya pengobatan untuk operasi anaknya tersebut, karena faktor ekonomi dari dirasakannya sangat kurang. Hingga kini, keluarga belum bisa menggunakan Jamkesda, dengan alasan Kartu Tanda Penduduk dari kedua orang tuanya bukan warga Bogor, melainkan Cilacap.
"Kami bingung mas harus bagaimana, karena takut biaya untuk pengobatannya mahal, karena belum bisa diurus Jamkesdanya, harus minta surat pindah ke Bogor baru bisa," katanya.
Armanto menambahkan, saya sangat berharap anak saya bisa kembali normal, dan beruntung teman-teman dan keluarga lain masih banyak yang peduli, mereka memberikan bantuan ke pada kami. "Alhamdulillah masih ada yang peduli," paparnya.
(san)