Pembangunan tol baru di Jakarta rusak tata ruang
Selasa, 13 November 2012 - 15:01 WIB
Pembangunan tol baru di Jakarta rusak tata ruang
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengaku keberatan dengan rencana dilanjutkannya proyek pembangunan enam ruas tol yang akan dilakukan pada 2013 mendatang.
Menurutnya, pembangunan enam ruas tol yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di Jakarta, justru kontraproduktif dengan keinginan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat.
Selain itu, dengan tata kota Jakarta yang sudah ada sekarang, pembangunan enam ruas tol malah hanya membuat kondisi tata ruang menjadi ruwet dan semrawut.
"Tata ruang di Jakarta sudah sangat buruk, sehingga pembangunan enam ruas tol di Jakarta hanya akan merusak tata ruang, dan menimbulkan resiko sosial ekonomi yang dapat sewaktu-waktu terjadi," ujar Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan di Gedung Prasada Sasana Karya Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2012).
Selain itu, dampak nyata dari pembangunan enam ruas jalan tol nanti adalah, munculnya minat masyarakat untuk kembali menggunakan kendaraan pribadi sebagai mobilitas sehari-hari.
"Pembangunan enam ruas jalan tol hanya akan menjadi red carpet bagi kendaraan pribadi yang jumlahnya akan semakin meningkat," lanjut Azas.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, untuk saat ini total perjalanan yang menuju Jakarta perhari mencapai angka 25 juta perjalanan, dimana 98%nya menggunakan kendaraan pribadi.
"Hal itu juga dapat meningkatkan kualitas polusi udara di Jakarta, karena jumlah kendaraan yang semakin bertambah," paparnya.
Menurutnya, pembangunan enam ruas tol yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di Jakarta, justru kontraproduktif dengan keinginan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat.
Selain itu, dengan tata kota Jakarta yang sudah ada sekarang, pembangunan enam ruas tol malah hanya membuat kondisi tata ruang menjadi ruwet dan semrawut.
"Tata ruang di Jakarta sudah sangat buruk, sehingga pembangunan enam ruas tol di Jakarta hanya akan merusak tata ruang, dan menimbulkan resiko sosial ekonomi yang dapat sewaktu-waktu terjadi," ujar Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan di Gedung Prasada Sasana Karya Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2012).
Selain itu, dampak nyata dari pembangunan enam ruas jalan tol nanti adalah, munculnya minat masyarakat untuk kembali menggunakan kendaraan pribadi sebagai mobilitas sehari-hari.
"Pembangunan enam ruas jalan tol hanya akan menjadi red carpet bagi kendaraan pribadi yang jumlahnya akan semakin meningkat," lanjut Azas.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, untuk saat ini total perjalanan yang menuju Jakarta perhari mencapai angka 25 juta perjalanan, dimana 98%nya menggunakan kendaraan pribadi.
"Hal itu juga dapat meningkatkan kualitas polusi udara di Jakarta, karena jumlah kendaraan yang semakin bertambah," paparnya.
(san)