Hutan mangrove lindungi kerusakan pantai utara Jawa
Selasa, 13 November 2012 - 02:33 WIB
Hutan mangrove lindungi kerusakan pantai utara Jawa
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang serius menjaga potensi alam laut yang mereka miliki. Salah satunya dengan menggunakan tanaman bakau atau mangrove yang ada di wilayah perairan Pemalang. Yakni dengan menjadikan hutan mangrove sebagai pelindung dari kerusakan pantai utara Jawa di Pemalang.
Bupati Pemalang Junaedi mengatakan, keberadaan hutan mangrove di Perairan Pemalang. Tepatnya di Kecamatan Ulujami akan berdampak positif bagi kemajuan kota. Karena keberadaannya bisa menarik wisatawan untuk datang ke Pemalang. "Kami akan push (tekan) dinas atau SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait, untuk sama-sama memajukan hutan mangrove ini," kata Junaedi, Senin 12 November 2012.
Kawasan hutan ini berada di atas tanah timbul di perairan paling utara Pemalang. Dengan lahan hutan mangrove sekitar 72 hektare. Di kawasan ini, ribuan pohon bakau tertanam rapi. Ada yang masih baru tumbuh, dan ada pula yang telah tinggi hingga rindang. Di hutan mangrove itu juga tersedia akses jalan beton yang memanjang ke sepanjang kawasan hutan. Dengan demikian, masyarakat akan termanjakan menikmati keindahan kawasan hutan.
Di hutan juga terdapat beberapa jenis burung yang dilindungi. Seperti jenis Kuntul, Belkok, Bangau, Blibis dan lainnya. Keberadaan hutan juga tidak lepas dari kerjasama antara pemerintah setempat dengan salah satu lembaga pemerhati lingkungan luar negeri yakni Oisca Tokio Marine Mangrove.
Adapun untuk pengembangannya sendiri, kata bupati, manajemennya langsung diserahkan kepada masyarakat sekitar atau kelompok petani tambak setempat. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan peran masyarakat lokal untuk menjaga dan ikut serta mengembangkan hutan mangrove. Kendati demikian, pemerintah melalui dinas terkait tetap melakukan pemantauan secara rutin.
"Pemerintah akan kucurkan dana sebesar Rp1 miliar untuk memajukan hutan wisata, pada 2013. Tinggal SKPD terkait apakah inovatif atau tidak," pungkasnya.
Bupati Pemalang Junaedi mengatakan, keberadaan hutan mangrove di Perairan Pemalang. Tepatnya di Kecamatan Ulujami akan berdampak positif bagi kemajuan kota. Karena keberadaannya bisa menarik wisatawan untuk datang ke Pemalang. "Kami akan push (tekan) dinas atau SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait, untuk sama-sama memajukan hutan mangrove ini," kata Junaedi, Senin 12 November 2012.
Kawasan hutan ini berada di atas tanah timbul di perairan paling utara Pemalang. Dengan lahan hutan mangrove sekitar 72 hektare. Di kawasan ini, ribuan pohon bakau tertanam rapi. Ada yang masih baru tumbuh, dan ada pula yang telah tinggi hingga rindang. Di hutan mangrove itu juga tersedia akses jalan beton yang memanjang ke sepanjang kawasan hutan. Dengan demikian, masyarakat akan termanjakan menikmati keindahan kawasan hutan.
Di hutan juga terdapat beberapa jenis burung yang dilindungi. Seperti jenis Kuntul, Belkok, Bangau, Blibis dan lainnya. Keberadaan hutan juga tidak lepas dari kerjasama antara pemerintah setempat dengan salah satu lembaga pemerhati lingkungan luar negeri yakni Oisca Tokio Marine Mangrove.
Adapun untuk pengembangannya sendiri, kata bupati, manajemennya langsung diserahkan kepada masyarakat sekitar atau kelompok petani tambak setempat. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan peran masyarakat lokal untuk menjaga dan ikut serta mengembangkan hutan mangrove. Kendati demikian, pemerintah melalui dinas terkait tetap melakukan pemantauan secara rutin.
"Pemerintah akan kucurkan dana sebesar Rp1 miliar untuk memajukan hutan wisata, pada 2013. Tinggal SKPD terkait apakah inovatif atau tidak," pungkasnya.
(azh)