Penembakan halte TransJakarta di Pancoran masih misteri
Senin, 12 November 2012 - 14:32 WIB
Penembakan halte TransJakarta di Pancoran masih misteri
A
A
A
Sindonews.com - Peristiwa teror diduga oleh tembakan senjata api di halte busway Pancoran, Minggu 11 Nopember 2012 dini hari, masih menyisakan misteri. Aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan, dan belum berhasil mengungkap siapa pelaku teror tersebut.
Menurut pengakuan petugas jaga TransJakarta yang malam itu bertugas, terdengar suara seperti tembakan sebelum kaca-kaca berserakan. Ada kaca yang berserakan, dan ada kaca yang pecah, tapi masih dalam bingkai.
"Kesaksian dari petugas jaga Transjakarta, ada suara seperti suara tembakan sebelum kaca-kaca shelter busway berserakan." ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/11/2012).
Dia menambahkan, polisi sudah menyelidiki Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun tidak ditemukan mimis, gontar, atau batu untuk melempar. Saat ini, polisi masih terus mengumpulkan keterangan. Diantara keterangan yang berhasil didapat, setelah penembakan itu ada sedan putih yang melintas. Namun belum diketauhi hubungan sedan putih itu dengan penembakan.
"Polisi sudah memeriksa TKP, namun tidak menemukan mimis, gontar atau batu yang digunakan untuk melempar," terangnya.
Dari catatan kepolisian, data pengrusakan shalter busway selama 2012 dengan cara tembakan sudah 7 kasus. Karena itu, polisi terus berupaya mengungkap dan menangkap pelaku pengrusakan tersebut.
Menurut pengakuan petugas jaga TransJakarta yang malam itu bertugas, terdengar suara seperti tembakan sebelum kaca-kaca berserakan. Ada kaca yang berserakan, dan ada kaca yang pecah, tapi masih dalam bingkai.
"Kesaksian dari petugas jaga Transjakarta, ada suara seperti suara tembakan sebelum kaca-kaca shelter busway berserakan." ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/11/2012).
Dia menambahkan, polisi sudah menyelidiki Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun tidak ditemukan mimis, gontar, atau batu untuk melempar. Saat ini, polisi masih terus mengumpulkan keterangan. Diantara keterangan yang berhasil didapat, setelah penembakan itu ada sedan putih yang melintas. Namun belum diketauhi hubungan sedan putih itu dengan penembakan.
"Polisi sudah memeriksa TKP, namun tidak menemukan mimis, gontar atau batu yang digunakan untuk melempar," terangnya.
Dari catatan kepolisian, data pengrusakan shalter busway selama 2012 dengan cara tembakan sudah 7 kasus. Karena itu, polisi terus berupaya mengungkap dan menangkap pelaku pengrusakan tersebut.
(san)