Pipa pecah, distibusi air tersendat
Senin, 12 November 2012 - 09:56 WIB
Pipa pecah, distibusi air tersendat
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa hari belakangan, warga Kecamatan Simboro, Sulawesi Barat merasakan buruknya distribusi air bersih ke rumah mereka. Bahkan kualitas air bersih yang mengalir cukup buruk.
Sejak kemarin hingga kini, air yang disalurkan PDAM Tirta Manakarra tidak mengalir, khususnya di Kecamatan Simboro. Daerah ini merupakan pusat pemerintahan Sulbar.
"Sebelumnya, dua hari air tidak mengalir. Saya mengambil sisi positifnya saja, sebab PDAM memiliki banyak kekurangan fasilitas. Namun pemerintah juga harus paham pada kebutuhan warga. Apalagi ini masalah air yang sudah tentu semua orang membutuhkannya," tutur salah seorang warga di Martadinata, Imran, Senin (12/11/2012).
Kalimat senada diungkapkan warga di kawasan Rangas, BTN dan Pelabuhan Ferry. Yang mereka sesalkan adalah tidak ada pemberitahuan sebelumnya, sehingga warga pun tidak ada yang mengantisipasi.
Direktur PDAM Tirta Manakarra, Muhammad Nur, mengakui kendala ini. Dia menuturkan bahwa selama ini petugas lapangannya terus menelusuri penyebab tidak lancarnya distribusi air ke Kecamatan Simboro dan sebagian wilayah kota Mamuju.
Ternyata ada kebocoran pipa induk di dalam hutan, kawasan air panas Mamuju. Ada sebuah pipa induk yang pecah akibat derasnya tekanan air dari mata air.
Muhammad Nur menjelaskan, untuk menormalkan kembali pipa membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Apalagi kendalanya ada di pipa induk yang ukurannya cukup besar.
"Tenaga terbatas dan lokasinya cukup jauh, hingga di tengah hutan. Terus terang kami kesulitan mengangkut peralatan dan perlengkapan ke lokasi," katanya.
Sejak kemarin hingga kini, air yang disalurkan PDAM Tirta Manakarra tidak mengalir, khususnya di Kecamatan Simboro. Daerah ini merupakan pusat pemerintahan Sulbar.
"Sebelumnya, dua hari air tidak mengalir. Saya mengambil sisi positifnya saja, sebab PDAM memiliki banyak kekurangan fasilitas. Namun pemerintah juga harus paham pada kebutuhan warga. Apalagi ini masalah air yang sudah tentu semua orang membutuhkannya," tutur salah seorang warga di Martadinata, Imran, Senin (12/11/2012).
Kalimat senada diungkapkan warga di kawasan Rangas, BTN dan Pelabuhan Ferry. Yang mereka sesalkan adalah tidak ada pemberitahuan sebelumnya, sehingga warga pun tidak ada yang mengantisipasi.
Direktur PDAM Tirta Manakarra, Muhammad Nur, mengakui kendala ini. Dia menuturkan bahwa selama ini petugas lapangannya terus menelusuri penyebab tidak lancarnya distribusi air ke Kecamatan Simboro dan sebagian wilayah kota Mamuju.
Ternyata ada kebocoran pipa induk di dalam hutan, kawasan air panas Mamuju. Ada sebuah pipa induk yang pecah akibat derasnya tekanan air dari mata air.
Muhammad Nur menjelaskan, untuk menormalkan kembali pipa membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Apalagi kendalanya ada di pipa induk yang ukurannya cukup besar.
"Tenaga terbatas dan lokasinya cukup jauh, hingga di tengah hutan. Terus terang kami kesulitan mengangkut peralatan dan perlengkapan ke lokasi," katanya.
(ysw)