Selasa, buruh demo tuntut UMK Rp2,8 Juta
Minggu, 11 November 2012 - 17:58 WIB
Selasa, buruh demo tuntut UMK Rp2,8 Juta
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Tangerang Raya (ALTAR) akan melakukan demo pada Selasa 13 November 2012 untuk mendesak penetapan Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp2,8 juta.
Ketua ALTAR Kota Tangerang Maman, sebanyak 3.800 buruh yang ikut aksi ini terdiri dari 1.500 buruh Kota Tangerang, 1.500 buruh Kabupaten Tangerang, dan 800 buruh Kota Tangsel.
“Tuntutan kami agar pemerintah mengapus sistem outsorcing Karyawan dan menetapkan UMK 2013 sebesar Rp2,8 juta,” ujarnya di Tangerang, Minggu (11/11/2012).
Maman menambahkan, aksi dilakukan bersamaan di tiga wilayah. Untuk wilayah Kota Tangerang, titik kumpul masa berada di Perempatan Gajah Tunggal, KM Sangiang, dan lampu merah Batu Ceper.
Untuk Kabupaten Tangerang di Lapangan Pertamina Bitung, Lapangan Pasar Curug, PT Cingluh Pasar Kemis, Kawasan industri Bojong Cikupa, dan Perempatan Lampu merah Balaraja. Sementara wilayah Kota Tangel berkumpul di PT Surya Toto.
“Setelah berkumpul, kita akan konvoi dengan sepeda motor sambil melakukan sweeping ke perusahaan-perushaan untuk mengajak karyawan bergabung dalam aksi. Lalu kita demo ke kantor kepala daerah setempat,” tegasnya.
Ketua ALTAR Kota Tangerang Maman, sebanyak 3.800 buruh yang ikut aksi ini terdiri dari 1.500 buruh Kota Tangerang, 1.500 buruh Kabupaten Tangerang, dan 800 buruh Kota Tangsel.
“Tuntutan kami agar pemerintah mengapus sistem outsorcing Karyawan dan menetapkan UMK 2013 sebesar Rp2,8 juta,” ujarnya di Tangerang, Minggu (11/11/2012).
Maman menambahkan, aksi dilakukan bersamaan di tiga wilayah. Untuk wilayah Kota Tangerang, titik kumpul masa berada di Perempatan Gajah Tunggal, KM Sangiang, dan lampu merah Batu Ceper.
Untuk Kabupaten Tangerang di Lapangan Pertamina Bitung, Lapangan Pasar Curug, PT Cingluh Pasar Kemis, Kawasan industri Bojong Cikupa, dan Perempatan Lampu merah Balaraja. Sementara wilayah Kota Tangel berkumpul di PT Surya Toto.
“Setelah berkumpul, kita akan konvoi dengan sepeda motor sambil melakukan sweeping ke perusahaan-perushaan untuk mengajak karyawan bergabung dalam aksi. Lalu kita demo ke kantor kepala daerah setempat,” tegasnya.
(ysw)