Rakyat sudah cerdas, ngetop saja enggak cukup
Sabtu, 10 November 2012 - 06:10 WIB
Rakyat sudah cerdas, ngetop saja enggak cukup
A
A
A
Sindonews.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar) didominasi sosok yang berlatar belakang artis. Fenomena ini dinilai cukup manjur untuk mendulang dukungan rakyat.
Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang mengatakan, dalam Pilkada Jabar, popularitas calon tidak banyak memberikan pengaruh bagi menang atau tidaknya pasangan calon Pilkada.
“Persoalan artis atau bukan, populer atau tidak, hal itu tidak lagi menjadi masalah. Asalkan memiliki kemampuan, tentu akan didukung masyarakat. Sedangkan yang tidak memiliki kemampuan, gagasan, dan inovasi, akan ditinggalkan,” kata Sebastian saat dihubungi Sindonews, Sabtu (10/11/2012).
Masyarakat sudah jenuh dengan pemimpin yang tidak bisa memberikan perubahan bagi warganya. Maka dalam menentukan pilihan rakyat Jabar pasti lebih rasional.
“Pemilih sekarang cerdas, mereka memilih pasangan dengan harapan bisa melakukan perubahan untuk daerahnya,” ucapnya.
Keputusan partai politik (parpol) untuk mengusung artis di Pilkada Jabar, bukan berarti karena tidak adanya kader parpol yang berkompeten.
“Tidak juga, mereka kan didukung parpol tersebut. Karena partai ingin mendapat poin atau dukungan dari calon yang diusungnya,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, munculnya calon berlatar belakang artis dalam Pilkada Jabar, tidak bisa dinilai sebagai baik atau buruknya perkembangan demokrasi di Indonesia.
"Karena setiap warga mempunyai hak yang sama untuk terjun dalam dunia politik," tandasnya.
Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang mengatakan, dalam Pilkada Jabar, popularitas calon tidak banyak memberikan pengaruh bagi menang atau tidaknya pasangan calon Pilkada.
“Persoalan artis atau bukan, populer atau tidak, hal itu tidak lagi menjadi masalah. Asalkan memiliki kemampuan, tentu akan didukung masyarakat. Sedangkan yang tidak memiliki kemampuan, gagasan, dan inovasi, akan ditinggalkan,” kata Sebastian saat dihubungi Sindonews, Sabtu (10/11/2012).
Masyarakat sudah jenuh dengan pemimpin yang tidak bisa memberikan perubahan bagi warganya. Maka dalam menentukan pilihan rakyat Jabar pasti lebih rasional.
“Pemilih sekarang cerdas, mereka memilih pasangan dengan harapan bisa melakukan perubahan untuk daerahnya,” ucapnya.
Keputusan partai politik (parpol) untuk mengusung artis di Pilkada Jabar, bukan berarti karena tidak adanya kader parpol yang berkompeten.
“Tidak juga, mereka kan didukung parpol tersebut. Karena partai ingin mendapat poin atau dukungan dari calon yang diusungnya,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, munculnya calon berlatar belakang artis dalam Pilkada Jabar, tidak bisa dinilai sebagai baik atau buruknya perkembangan demokrasi di Indonesia.
"Karena setiap warga mempunyai hak yang sama untuk terjun dalam dunia politik," tandasnya.
(maf)