E-KTP di batas Timor Leste belum maksimal
Jum'at, 09 November 2012 - 10:21 WIB
E-KTP di batas Timor Leste belum maksimal
A
A
A
Sindonews.com - Adanya kendala pada pelaksanaan E-KTP seperti biaya operasional, keterbatas sumber daya manusia (SDM) untuk mengoperasikan komputer mengganggu proses itu di warga 13 desa persis di garis batas RI-Timor Leste, di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Warga 13 desa itu berbatasan darat langsung dengan distrik oekussi Negara Demokratik Timor Leste, antara lain, sembilan desa di Kecamatan Bikomi Utara dan emapat desa di Kecamatan Naibenu.
"Di Naibenu, pelaksanaan E-KTP baru dimulai tanggal 26 Oktober 2012 lalu, atau baru berjalan dua minggu. Pasalnya di Kantor Camat Naibenu belum terpasang jaringan listrik," jelas Camat Naibenu, Gabriel Nono, di Kefamenanu, NTT, Jumat (9/11/2012).
Pihaknya baru mendatangkan sebuah generator zet (genzet) sebagai sumber listrik. Namun, hanya satu unit komputer yang bisa dioperasikan, sedangkan komputer lainnya tidak bisa digunakan.
"Selain itu hanya ada satu petugas yang membantu melayani pembuatan E-KTP," tambahnya.
Akibatnya, selama dua pekan berjalan, baru 453 wajib KTP dari total 4.000 wajib KTP di empat desa yang berhasil dilayani.
"Kendala lain lagi, warga lagi fokus menyiapkan ladangnya menyambut musim tanam tahun ini. Karena itu banyak yang pergi ke ladang dan malas antri di kantor camat mengurus KTP-nya," terangnya.
Hal senada juga disampaikan Camat Bikomi Utara Jufentius B. Kabelen, ada sembilan desa di wilayahnya yang harus dilayani pembuatan E-KTP. Sembilan desa itu adalah Napan, Tes, Sainoni, Haumeni, Baas, Faenake, Banain A, Banain B, dan Banain C,
"Pelayanan agak terhambat, karena cuma dilayani satu petugas operator," keluhnya.
Warga 13 desa itu berbatasan darat langsung dengan distrik oekussi Negara Demokratik Timor Leste, antara lain, sembilan desa di Kecamatan Bikomi Utara dan emapat desa di Kecamatan Naibenu.
"Di Naibenu, pelaksanaan E-KTP baru dimulai tanggal 26 Oktober 2012 lalu, atau baru berjalan dua minggu. Pasalnya di Kantor Camat Naibenu belum terpasang jaringan listrik," jelas Camat Naibenu, Gabriel Nono, di Kefamenanu, NTT, Jumat (9/11/2012).
Pihaknya baru mendatangkan sebuah generator zet (genzet) sebagai sumber listrik. Namun, hanya satu unit komputer yang bisa dioperasikan, sedangkan komputer lainnya tidak bisa digunakan.
"Selain itu hanya ada satu petugas yang membantu melayani pembuatan E-KTP," tambahnya.
Akibatnya, selama dua pekan berjalan, baru 453 wajib KTP dari total 4.000 wajib KTP di empat desa yang berhasil dilayani.
"Kendala lain lagi, warga lagi fokus menyiapkan ladangnya menyambut musim tanam tahun ini. Karena itu banyak yang pergi ke ladang dan malas antri di kantor camat mengurus KTP-nya," terangnya.
Hal senada juga disampaikan Camat Bikomi Utara Jufentius B. Kabelen, ada sembilan desa di wilayahnya yang harus dilayani pembuatan E-KTP. Sembilan desa itu adalah Napan, Tes, Sainoni, Haumeni, Baas, Faenake, Banain A, Banain B, dan Banain C,
"Pelayanan agak terhambat, karena cuma dilayani satu petugas operator," keluhnya.
(mhd)