Pengamat: Peluang Rieke 75 persen
Jum'at, 09 November 2012 - 08:04 WIB
Pengamat: Peluang Rieke 75 persen
A
A
A
Sindonews.com - Kendati dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) terdapat dua calon incumbent, dalam pandangan pengamat kepopuleran Rieke Diah Pitaloka mampu mengalahkan pasangan incumbent tersebut.
Pengamat politik Tjipta Lesmana mengatakan cagub Jabar dari PDIP, Rieke Diah Pitaloka dinilai mampu mengalahkan pesaingnya. Karena Rieke dikenal sosok yang peduli terhadap masyarakat kecil.
“Saya pikir (Rieke) bisa mengalahkan incumbent, saya yakin dia bisa mengatasi cagub lain,” ujar Tjipta saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Keyakinan Tjipta bukan tanpa alasan, mantan artis yang terkenal dengan perannya sebagai Oneng di sinetron Bajaj Bajuri sudah cukup populer di masyarakat Jabar.
“Peluangnya sangat besar, 75 persen pasti menang. Keduanya sangat terkenal, (Rieke) prestasinya di DPR sangat bagus dan suka memperjuangkan rakyat kecil,” ujarnya.
Ditengah tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik tengah menurun makan sosok figur sangat menentukan dalam pemilihan kepala daerah.
“Sekarang baik pilkada, pilpres, peranan parpol tidak lagi besar, Peran sosok yang lebih menentutkan,” pungkasnya.
Pengamat politik Tjipta Lesmana mengatakan cagub Jabar dari PDIP, Rieke Diah Pitaloka dinilai mampu mengalahkan pesaingnya. Karena Rieke dikenal sosok yang peduli terhadap masyarakat kecil.
“Saya pikir (Rieke) bisa mengalahkan incumbent, saya yakin dia bisa mengatasi cagub lain,” ujar Tjipta saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Keyakinan Tjipta bukan tanpa alasan, mantan artis yang terkenal dengan perannya sebagai Oneng di sinetron Bajaj Bajuri sudah cukup populer di masyarakat Jabar.
“Peluangnya sangat besar, 75 persen pasti menang. Keduanya sangat terkenal, (Rieke) prestasinya di DPR sangat bagus dan suka memperjuangkan rakyat kecil,” ujarnya.
Ditengah tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik tengah menurun makan sosok figur sangat menentukan dalam pemilihan kepala daerah.
“Sekarang baik pilkada, pilpres, peranan parpol tidak lagi besar, Peran sosok yang lebih menentutkan,” pungkasnya.
(ysw)