Di Bogor, rawan curanmor
Kamis, 08 November 2012 - 02:30 WIB
Di Bogor, rawan curanmor
A
A
A
Sindonews.com - Aksi kejahatan berupa pencurian sepeda motor (curanmor) di Kota Bogor semakin marak. Bahkan, data Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor Kota, dalam satu hari setidaknya dua hingga lima sepeda motor, dilaporkan hilang.
"Kita akui tingkat kerawanan aksi curanmor di Kota Bogor cukup tinggi. Kalau dirata-ratakan dalam sehari bisa dua hingga lima laporan kehilangan sepeda motor kepada kita (polisi), baik ditingkat Polsek maupun Polres Bogor Kota," kata Kapolres Bogor Kota AKBP Hilman, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/11/2012).
Dia mengatakan, alasan pihaknya melakukan tembak mati di tempat terhadap pelaku curanmor, karena semakin berani, pelakunya sering mengancam korban dan petugas menggunakan senjata api dan senjata tajam.
"Sulit memang untuk memberangus aksi curanmor ini. Karena siklusnya cukup rumit, mulai dari pemetik, penadah hingga konsumen. Dan permintaan terhadap sepeda motor hasil curian diberbagai daerah pelosok memang cukup tinggi," katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan upaya preemtif, preventif hingga represif terhadap pelaku curanmor.
"Untuk itu, kita minta masyarakat untuk waspada dan selalu berdayakan kegiatan sistem keamanan keliling (siskamling) di wilayah masing-masing, sehingga aksi curanmor angkanya bisa ditekan seminim mungkin," tandasnya.
"Kita akui tingkat kerawanan aksi curanmor di Kota Bogor cukup tinggi. Kalau dirata-ratakan dalam sehari bisa dua hingga lima laporan kehilangan sepeda motor kepada kita (polisi), baik ditingkat Polsek maupun Polres Bogor Kota," kata Kapolres Bogor Kota AKBP Hilman, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/11/2012).
Dia mengatakan, alasan pihaknya melakukan tembak mati di tempat terhadap pelaku curanmor, karena semakin berani, pelakunya sering mengancam korban dan petugas menggunakan senjata api dan senjata tajam.
"Sulit memang untuk memberangus aksi curanmor ini. Karena siklusnya cukup rumit, mulai dari pemetik, penadah hingga konsumen. Dan permintaan terhadap sepeda motor hasil curian diberbagai daerah pelosok memang cukup tinggi," katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan upaya preemtif, preventif hingga represif terhadap pelaku curanmor.
"Untuk itu, kita minta masyarakat untuk waspada dan selalu berdayakan kegiatan sistem keamanan keliling (siskamling) di wilayah masing-masing, sehingga aksi curanmor angkanya bisa ditekan seminim mungkin," tandasnya.
(mhd)