Digusur, warga Depok histeris
Rabu, 07 November 2012 - 14:00 WIB
Digusur, warga Depok histeris
A
A
A
Sindonews.com - Tindakan semena-mena petugas penggusuran di Jalan Dewi Sartika, Depok diprotes. Warga berharap Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail bersikap seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang mau turun langsung ke warga.
Tindakan petugas yang dianggap semena-mena diprotes Bambang yang rumahnya ikut diratakan. Ia meminta agar Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail bersikap seperti Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.
Joko Widodo, kata Bambang, mau turun langsung ke lapangan mengatasi masalah seperti yang dialami keluarganya.
"Harusnya Nur Mahmudi sepeti Jokowi. Datang ke rumah warga dan berkomunikasi. Jangan langsung mendatangkan petugas untuk membongkar," kecam Bambang, Depok, Rabu (7/11/2012).
Pengosongan yang dilakukan petugas dinilai tidak manusiawi. Bambang sangat tidak terima dengan perlakuan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang meratakan rumahnya dengan tanah menggunakan dua alat besar.
Warga lainnya hanya bisa terpana ketika rumahnya diratakan dengan tanah. Rumahnya di Jalan Dewi Sartika terkena proyek jalur sejajar rel.
Kendati nilai ganti rugi belum final, petugas tetap mengerahkan buldoser untuk meratakan rumah tersebut. Saat pembongkaran, Tabroni dan istrinya terlihat histeris.
Mereka terus mencaci petugas yang melakukan pembongkaran. Pembongkaran rumah ini menjadi tontonan warga sekitar. Barang-barang dari dalam rumah hanya diletakkan di jalanan. "Belum tahu mau kemana," kata Tabroni singkat.
Pengosongan dimulai sejak pukul 09.30 WIB dan masih berlangsung hingga sekarang. Sebelumnya, ratusan petugas gabungan telah berjaga di lapangan mengantisipasi kericuhan.
Tindakan petugas yang dianggap semena-mena diprotes Bambang yang rumahnya ikut diratakan. Ia meminta agar Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail bersikap seperti Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.
Joko Widodo, kata Bambang, mau turun langsung ke lapangan mengatasi masalah seperti yang dialami keluarganya.
"Harusnya Nur Mahmudi sepeti Jokowi. Datang ke rumah warga dan berkomunikasi. Jangan langsung mendatangkan petugas untuk membongkar," kecam Bambang, Depok, Rabu (7/11/2012).
Pengosongan yang dilakukan petugas dinilai tidak manusiawi. Bambang sangat tidak terima dengan perlakuan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang meratakan rumahnya dengan tanah menggunakan dua alat besar.
Warga lainnya hanya bisa terpana ketika rumahnya diratakan dengan tanah. Rumahnya di Jalan Dewi Sartika terkena proyek jalur sejajar rel.
Kendati nilai ganti rugi belum final, petugas tetap mengerahkan buldoser untuk meratakan rumah tersebut. Saat pembongkaran, Tabroni dan istrinya terlihat histeris.
Mereka terus mencaci petugas yang melakukan pembongkaran. Pembongkaran rumah ini menjadi tontonan warga sekitar. Barang-barang dari dalam rumah hanya diletakkan di jalanan. "Belum tahu mau kemana," kata Tabroni singkat.
Pengosongan dimulai sejak pukul 09.30 WIB dan masih berlangsung hingga sekarang. Sebelumnya, ratusan petugas gabungan telah berjaga di lapangan mengantisipasi kericuhan.
(ysw)