Status sesar Lembang perlu diwaspadai
Rabu, 07 November 2012 - 13:43 WIB
Status sesar Lembang perlu diwaspadai
A
A
A
Sindonews.com - Pulau Jawa termasuk pulau yang memiliki sesar yang berpotensi menimbulkan gempa bumi. Di Jawa Barat sendiri, tepatnya di daerah Bandung, ada dua sesar gempa, yakni sesar Lembang dan sesar Cimandiri.
Saat ini Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membahas khusus aktivitas sesar Lembang lewat diskusi "Status Sesar Lembang dan Tektonik Indonesia Kini."
"Sesar Lembang sangat berpengaruh terhadap tektonik di Indonesia," kata Munasri, saat membuka diskusi, Rabu (7/11/2012).
Menurutnya, jika Indonesia siap menghadapi dampak dari pergeseran sesar Lembang maka Indonesia dapat siap menghadapi gempa-gempa lainnya.
Dalam diskusi itu juga diungkapkan, sesar Lembang 30 kilometer ke arah utara Cekungan Bandung (pusat Kota Bandung). Bentuknya perbukitan memanjang berarah barat-timur jika dilihat dari latar depan selatan Gunung Tangkubanparahu.
Sesar Lembang memiliki panjang 22 km, yang pertama diperkenalkan Van Bemmelen pada 1934. Hingga kini, satus sesar Lembang masih menjadi perbincangan. Misalnya pada 1968 sesar Lembang disebut sesar geser manganan (right lateral).
Namun Natawidjaja dan Setyowidarto (2002) belum dapat menyebutkan pergerakan sesar ini. Maka disebutkan, diskusi ini juga terkait dengan mitigasi dan resiko pengurangan bencana.
Diskusi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini digelar Ruang Pange, lantai 2, Gedung 70, LIPI, Jalan Sangkuriang, Bandung. Para apakar yang hadir di antaranya Dr Ir Munasri M.Sc (moderator), ahli dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Dr Danny Hilman Natawijaya, dan Dr Ir Adang Bachtiar (Exploration Think Tank Indonesia) PT Geologist Delta Andalan.
Hadir juga Dr Awang Harun Satyana (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi/BP Migas), Dr Eko Yulianto (Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI), Dr Irwan Meilano (Teknik Geodesi Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian ITB), dan lain-lain.
Saat ini Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membahas khusus aktivitas sesar Lembang lewat diskusi "Status Sesar Lembang dan Tektonik Indonesia Kini."
"Sesar Lembang sangat berpengaruh terhadap tektonik di Indonesia," kata Munasri, saat membuka diskusi, Rabu (7/11/2012).
Menurutnya, jika Indonesia siap menghadapi dampak dari pergeseran sesar Lembang maka Indonesia dapat siap menghadapi gempa-gempa lainnya.
Dalam diskusi itu juga diungkapkan, sesar Lembang 30 kilometer ke arah utara Cekungan Bandung (pusat Kota Bandung). Bentuknya perbukitan memanjang berarah barat-timur jika dilihat dari latar depan selatan Gunung Tangkubanparahu.
Sesar Lembang memiliki panjang 22 km, yang pertama diperkenalkan Van Bemmelen pada 1934. Hingga kini, satus sesar Lembang masih menjadi perbincangan. Misalnya pada 1968 sesar Lembang disebut sesar geser manganan (right lateral).
Namun Natawidjaja dan Setyowidarto (2002) belum dapat menyebutkan pergerakan sesar ini. Maka disebutkan, diskusi ini juga terkait dengan mitigasi dan resiko pengurangan bencana.
Diskusi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini digelar Ruang Pange, lantai 2, Gedung 70, LIPI, Jalan Sangkuriang, Bandung. Para apakar yang hadir di antaranya Dr Ir Munasri M.Sc (moderator), ahli dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Dr Danny Hilman Natawijaya, dan Dr Ir Adang Bachtiar (Exploration Think Tank Indonesia) PT Geologist Delta Andalan.
Hadir juga Dr Awang Harun Satyana (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi/BP Migas), Dr Eko Yulianto (Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI), Dr Irwan Meilano (Teknik Geodesi Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian ITB), dan lain-lain.
(ysw)