Polisi periksa 6 orang saksi perampokan Pegadaian
Selasa, 06 November 2012 - 19:25 WIB
Polisi periksa 6 orang saksi perampokan Pegadaian
A
A
A
Sindonews.com - Perampokan yang dibarengi oleh penganiayaan yang terjadi di Pegadaian Cipete, Jakarta Selatan, polisi sudah memeriksa enam orang saksi dari pegawai Pegadaian dan warga sekitar lokasi kejadian.
"Kita sudah memeriksa enam orang saksi yaitu MM, HRM, S, FW, RH dan RF," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Walaupun sudah memeriksa enam orang saksi, pihak kepolisian belum juga mendapatkan titik terang terkait perampokan tersebut.
"Belum ada titik terang soal profil pelaku, namun polisi akan terus mengembangkan kasus ini," Ujarnya.
Dalam perampokan tersebut menimbulkan kerugian 20 kantong emas, handphone Blackberry dan uang tunai sebesar Rp2 juta, di kantor Unit Pembantu Cabang Pegadaian Cipete, Jalan Cipete, Jakarta Selatan, Senin 5 November 2012 kemarin.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Kantor saat itu dalam keadaan sepi, pelaku yang terdiri dari empat orang, datang menodongkan senjata diduga berjenis FN, selain itu menggunakan helm dan penutup muka sehingga tidak ada yang mengenali wajah mereka.
"Kita sudah memeriksa enam orang saksi yaitu MM, HRM, S, FW, RH dan RF," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Walaupun sudah memeriksa enam orang saksi, pihak kepolisian belum juga mendapatkan titik terang terkait perampokan tersebut.
"Belum ada titik terang soal profil pelaku, namun polisi akan terus mengembangkan kasus ini," Ujarnya.
Dalam perampokan tersebut menimbulkan kerugian 20 kantong emas, handphone Blackberry dan uang tunai sebesar Rp2 juta, di kantor Unit Pembantu Cabang Pegadaian Cipete, Jalan Cipete, Jakarta Selatan, Senin 5 November 2012 kemarin.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Kantor saat itu dalam keadaan sepi, pelaku yang terdiri dari empat orang, datang menodongkan senjata diduga berjenis FN, selain itu menggunakan helm dan penutup muka sehingga tidak ada yang mengenali wajah mereka.
(mhd)