3 pasukan khusus Polres Demak
Selasa, 06 November 2012 - 10:01 WIB
3 pasukan khusus Polres Demak
A
A
A
Sindonews.com - Siapa sangka, anggota pasukan elit Polres Demak, Jawa Tengah (Jateng) adalah tiga ekor anjing keturunan luar negeri. Sebagai pasukan elit yang melakukan tugas di luar kemampuan manusia, tiga anjing ini membutuhkan biaya operasional yang sangat besar. Bahkan untuk biaya makan seekor anjing setara dengan uang lauk pauk seorang perwira polisi.
Sebagai anggota pasukan elit, tiga anjing milik Polres Demak ini mendapatkan perlakuan yang istimewa. Mereka selalu dijaga kesehatan tubuh maupun kandanganya. Setidaknya setiap dua kali seminggu, mereka selalu dimandikan agar tidak terserang penyakit.
Agar tidak menjadi sarang kutu, anjing-anjing yang biasa disebut K-9 ini menggunakan sampo khusus dan bulu-bulunya selalu dicukur rapi. Untuk menjaga kebugaran tubuhnya, mereka ini selalu dipijit sebelum mengikuti latihan pelacakan dan kepatuhan.
Tiga anjing istimewa di Unit Satwa Satuan Samapta ini diberi nama Jinggo, Chiko dan Pleki. Jinggo dan Chiko merupakan jenis Golden Retreiver, sementara Pleki adalah jenis Doberman. Ketiga anjing ini merupakan anjing pelacak umum yang biasa mencari barang maupun orang.
Dalam tugas kepolisian, mereka selalu dilibatkan untuk menggantikan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan manusia. Mereka menyisir benda-benda berbahaya seperti bahan peledak maupun obat-obatan terlarang dalam setiap razia. Bahkan setahun lalu mereka juga berhasil menemukan serpihan empat orang yang hancur akibat ledakan petasan di sayung.
"Biaya makan seekor anjing yakni Rp40.000 dan biaya perawatan Rp15.000 per hari," ungkap Pawang Satwa Polres Demak, Aiptu Joko Prayitno.
Sementara menurut Kasubag Humas Polres Demak, AKP Sutomo mengatakan biaya operasional untuk ketiga anjing tersebut mencapai Rp60 juta per tahun. Biaya tersebut setara dengan dana operasional untuk setiap polsek di Demak.
"Anjing-anjing ini mendapatkan latihan rutin sehari sekali untuk meningkatkan kepekaan. Setiap anjing dikendalikan oleh pawangnya masing-masing," tandasnya.
Sebagai anggota pasukan elit, tiga anjing milik Polres Demak ini mendapatkan perlakuan yang istimewa. Mereka selalu dijaga kesehatan tubuh maupun kandanganya. Setidaknya setiap dua kali seminggu, mereka selalu dimandikan agar tidak terserang penyakit.
Agar tidak menjadi sarang kutu, anjing-anjing yang biasa disebut K-9 ini menggunakan sampo khusus dan bulu-bulunya selalu dicukur rapi. Untuk menjaga kebugaran tubuhnya, mereka ini selalu dipijit sebelum mengikuti latihan pelacakan dan kepatuhan.
Tiga anjing istimewa di Unit Satwa Satuan Samapta ini diberi nama Jinggo, Chiko dan Pleki. Jinggo dan Chiko merupakan jenis Golden Retreiver, sementara Pleki adalah jenis Doberman. Ketiga anjing ini merupakan anjing pelacak umum yang biasa mencari barang maupun orang.
Dalam tugas kepolisian, mereka selalu dilibatkan untuk menggantikan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan manusia. Mereka menyisir benda-benda berbahaya seperti bahan peledak maupun obat-obatan terlarang dalam setiap razia. Bahkan setahun lalu mereka juga berhasil menemukan serpihan empat orang yang hancur akibat ledakan petasan di sayung.
"Biaya makan seekor anjing yakni Rp40.000 dan biaya perawatan Rp15.000 per hari," ungkap Pawang Satwa Polres Demak, Aiptu Joko Prayitno.
Sementara menurut Kasubag Humas Polres Demak, AKP Sutomo mengatakan biaya operasional untuk ketiga anjing tersebut mencapai Rp60 juta per tahun. Biaya tersebut setara dengan dana operasional untuk setiap polsek di Demak.
"Anjing-anjing ini mendapatkan latihan rutin sehari sekali untuk meningkatkan kepekaan. Setiap anjing dikendalikan oleh pawangnya masing-masing," tandasnya.
(azh)