Gas langka, warga gunakan kayu bakar
Selasa, 06 November 2012 - 02:15 WIB
Gas langka, warga gunakan kayu bakar
A
A
A
Sindonews.com - Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Kabupaten Empatlawang membuat sejumlah warga beralih menggunakan kayu bakar.
Yurni, ibu rumah tangga warga Pendopo mengatakan, sejak Idul Adha keberadaan gas elpiji menjadi agak langka.
Bahkan menurutnya, keluarganya yang berada di desa-desa lain mencari gas hingga ke Kecamatan Pendopo. "Di Pendopo lebih langka lagi, kalaupun ada harganya juga sudah mahal," terangnya di EMpatlawang, Senin (5/11/2012).
Senada dengannya, Kepala Desa Aur Gading Kecamatan Tebing Tinggi, Tarmizi mengatakan, untuk desa Aur Gading kelangkaan gas elpiji sudah sering terjadi. Banyak warga yang membeli dan mencari gas ke Tebing Tinggi dan tidak mengandalkan pengecer di desa tersebut.
Menurutnya jika sudah terjadi kelangkaan, maka otomatis harga gas akan naik. Di Aur Gading saat sedang langka harga gas bisa mencapai Rp 15 ribu-Rp17 ribu per tabung tiga kilogram.
“Sering sekali terjadi kelangkaan, khususnya untuk Sabtu dan Minggu, karena Senin baru agen mengantar ke pengecer yang ada di Aur Gading,” ujarnya.
Sebagai solusi menurutnya, tidak sedikit warga yang kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak. Karena jika harus mengandalkan gas, warga sering merasa kesulitan.
“Memang sudah banyak yang memakai gas, tapi stok kayu bakar rata-rata masih ada di tiap rumah,” ujarnya.
Yurni, ibu rumah tangga warga Pendopo mengatakan, sejak Idul Adha keberadaan gas elpiji menjadi agak langka.
Bahkan menurutnya, keluarganya yang berada di desa-desa lain mencari gas hingga ke Kecamatan Pendopo. "Di Pendopo lebih langka lagi, kalaupun ada harganya juga sudah mahal," terangnya di EMpatlawang, Senin (5/11/2012).
Senada dengannya, Kepala Desa Aur Gading Kecamatan Tebing Tinggi, Tarmizi mengatakan, untuk desa Aur Gading kelangkaan gas elpiji sudah sering terjadi. Banyak warga yang membeli dan mencari gas ke Tebing Tinggi dan tidak mengandalkan pengecer di desa tersebut.
Menurutnya jika sudah terjadi kelangkaan, maka otomatis harga gas akan naik. Di Aur Gading saat sedang langka harga gas bisa mencapai Rp 15 ribu-Rp17 ribu per tabung tiga kilogram.
“Sering sekali terjadi kelangkaan, khususnya untuk Sabtu dan Minggu, karena Senin baru agen mengantar ke pengecer yang ada di Aur Gading,” ujarnya.
Sebagai solusi menurutnya, tidak sedikit warga yang kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak. Karena jika harus mengandalkan gas, warga sering merasa kesulitan.
“Memang sudah banyak yang memakai gas, tapi stok kayu bakar rata-rata masih ada di tiap rumah,” ujarnya.
(ysw)