Bea Cukai gagalkan penyelundupan 60 paspor palsu
Senin, 05 November 2012 - 15:20 WIB
Bea Cukai gagalkan penyelundupan 60 paspor palsu
A
A
A
Sindonews.com - Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan dua paket kiriman berisi 60 paspor palsu.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soetta Oza Olavia mengatakan, 60 paspor palsu tersebut terdiri dengan nama berbeda, namun hanya 15 paspor yang fotonya berbeda.
"Ada yang satu wajah sampai 23 paspor, artinya namanya saja yang berbeda. Umumnya wajah di paspor tersebut dari Afrika," kata Oza Olavia di kantornya, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Oza menceritakan proses penggagalan paspor tersebut, paket yang berasal dari Bangkok, Thailand, dikirim atas dua paket dengan enam tas jinjing wanita. Untuk mengalihkan petugas, di dalamnya dibuat dinding palsu (false concealment) yang ditempelkan suatu barang.
"Tas tersebut diberitahukan sebagai milik perorangan. Paket pertama dikirim untuk seorang pria berinisial M dengan alamat Duren Sawit, Jakarta Timur. Sedangkan paket kedua dikirim untuk seorang wanita berinisial U dengan alamat di Gunung Puteri, Bogor, Jawa Barat," ungkapnya.
Plh Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soetta Husni Thamrin menambahkan, dugaan kuat semua paspor itu adalah palsu.
"Dalam satu tas terdapat 10 paspor. Paspor ini berasal dari berbagai negara berbeda. Ada yang dari Kongo, Perancis, Portugal, Brazil dan lainnya. Namun, ketika kita selidiki ke alamat tersebut, ternyata fiktif," terangnya.
Husni menegaskan, jika pelaku sampai tertangkap, pelaku terancam melanggar Undang-undang No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.
"Saat ini kita masih mencari tahu dulu dari mana asal paspor tersebut," tandasnya.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soetta Oza Olavia mengatakan, 60 paspor palsu tersebut terdiri dengan nama berbeda, namun hanya 15 paspor yang fotonya berbeda.
"Ada yang satu wajah sampai 23 paspor, artinya namanya saja yang berbeda. Umumnya wajah di paspor tersebut dari Afrika," kata Oza Olavia di kantornya, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Oza menceritakan proses penggagalan paspor tersebut, paket yang berasal dari Bangkok, Thailand, dikirim atas dua paket dengan enam tas jinjing wanita. Untuk mengalihkan petugas, di dalamnya dibuat dinding palsu (false concealment) yang ditempelkan suatu barang.
"Tas tersebut diberitahukan sebagai milik perorangan. Paket pertama dikirim untuk seorang pria berinisial M dengan alamat Duren Sawit, Jakarta Timur. Sedangkan paket kedua dikirim untuk seorang wanita berinisial U dengan alamat di Gunung Puteri, Bogor, Jawa Barat," ungkapnya.
Plh Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soetta Husni Thamrin menambahkan, dugaan kuat semua paspor itu adalah palsu.
"Dalam satu tas terdapat 10 paspor. Paspor ini berasal dari berbagai negara berbeda. Ada yang dari Kongo, Perancis, Portugal, Brazil dan lainnya. Namun, ketika kita selidiki ke alamat tersebut, ternyata fiktif," terangnya.
Husni menegaskan, jika pelaku sampai tertangkap, pelaku terancam melanggar Undang-undang No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.
"Saat ini kita masih mencari tahu dulu dari mana asal paspor tersebut," tandasnya.
(maf)