Pemenang tender ITF ditentukan Desember
Senin, 05 November 2012 - 10:35 WIB
Pemenang tender ITF ditentukan Desember
A
A
A
Sindonews.com - Pemenang tender untuk proyek pembangunan pengelolaan sampah modern Intermediate Treatment Facilities (ITF) Sunter, Jakarta Utara, diketahui akan diputuskan pada bulan Desember 2012.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sendiri memerintahkan untuk terus melanjutkan proyek tersebut. Sedangkan pengerjaan awalnya direncanakan akan dimulai pada awal bulan Januari 2013 mendatang.
"Disuruh terus, lanjut. Kan lagi diaudit di BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan), kata gubernur lanjutkan. Rencana penetapan pemenang bulan Desember, awal Januari mulai pengerjaannya," kata Kepala Dinas Kebersihan Eko Bharuna di Balai Kota, Jakarta, senin (5/11/2012).
Sedangkan Pemprov DKI yang bekerja sama dengan BPKB ingin melakukan audit terhadap tiga perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan proyek ini, maka audit itu sebaiknya dilakukan sekarang.
"Sedang diaudit dulu. Kemarin kan ada Mou kerja sama antara Pemprov DKI (dan) BPKP. Karena ini menyangkut investasi yang cukup besar, dan mega proyek yang cukup besar juga, makanya diaudit dulu. Saya kira mendingan diaudit sekarang daripada setelah kejadian baru diaudit," jelasnya.
Selain itu, audit ini juga sebaiknya dilakukan bebarengan agar semua persiapan terkait proyek ini cepat dilakukan.
"Audit ini berbarengan, tidak perlu menunggu. Semuanya secepatnya, kita siapakan, pokoknya pemngumuman pemenang Desember, Januari penandatangan kontrak dan mulai," tukasnya.
Sebagaimana diketahui, dalam pembangunan itu ada tiga PT yang akan bertarung untuk memenangnyak proyek pembangunan pengelolaan sampah modern Intermediate Treatment Facilities (ITF) Sunter, Jakarta Utara, itu.
Di antaranya, PT Phoenix Pembangunan Indonesia (kerja sama dengan Singapura), PT Jakarta Green Initiatives (kerja sama dengan Jepang), dan PT Wira Gulfindo Sarana (kerjasama dengan India).
Pemprov DKI juga diketahui rencananya akan membayar biaya pengolahan sampah sekitar Rp400.000 per ton. Harga itu tergolong maksimal, karena pengolahannya menggunakan teknologi medium.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sendiri memerintahkan untuk terus melanjutkan proyek tersebut. Sedangkan pengerjaan awalnya direncanakan akan dimulai pada awal bulan Januari 2013 mendatang.
"Disuruh terus, lanjut. Kan lagi diaudit di BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan), kata gubernur lanjutkan. Rencana penetapan pemenang bulan Desember, awal Januari mulai pengerjaannya," kata Kepala Dinas Kebersihan Eko Bharuna di Balai Kota, Jakarta, senin (5/11/2012).
Sedangkan Pemprov DKI yang bekerja sama dengan BPKB ingin melakukan audit terhadap tiga perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan proyek ini, maka audit itu sebaiknya dilakukan sekarang.
"Sedang diaudit dulu. Kemarin kan ada Mou kerja sama antara Pemprov DKI (dan) BPKP. Karena ini menyangkut investasi yang cukup besar, dan mega proyek yang cukup besar juga, makanya diaudit dulu. Saya kira mendingan diaudit sekarang daripada setelah kejadian baru diaudit," jelasnya.
Selain itu, audit ini juga sebaiknya dilakukan bebarengan agar semua persiapan terkait proyek ini cepat dilakukan.
"Audit ini berbarengan, tidak perlu menunggu. Semuanya secepatnya, kita siapakan, pokoknya pemngumuman pemenang Desember, Januari penandatangan kontrak dan mulai," tukasnya.
Sebagaimana diketahui, dalam pembangunan itu ada tiga PT yang akan bertarung untuk memenangnyak proyek pembangunan pengelolaan sampah modern Intermediate Treatment Facilities (ITF) Sunter, Jakarta Utara, itu.
Di antaranya, PT Phoenix Pembangunan Indonesia (kerja sama dengan Singapura), PT Jakarta Green Initiatives (kerja sama dengan Jepang), dan PT Wira Gulfindo Sarana (kerjasama dengan India).
Pemprov DKI juga diketahui rencananya akan membayar biaya pengolahan sampah sekitar Rp400.000 per ton. Harga itu tergolong maksimal, karena pengolahannya menggunakan teknologi medium.
(mhd)