Transjakarta tetap konsisten pilih BBG
Senin, 05 November 2012 - 09:46 WIB
Transjakarta tetap konsisten pilih BBG
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Dinas Perindustrian Dan Energi Tentang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Andi Baso menyatakan pihaknya akan konsisten menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk bus transjakarta.
"Kita konsisten ke gas. Jangan menclak-menclok ke tempat lain lagi. Kan dulu ada isu solar atau apa, enggak, kita konsisten ke gas," kata Andi saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2012).
Andi juga mengakui, dalam rapat yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Ruang Rapat Pimpinan, Balai Kota, dirinya mengusulkan untuk menambah SPBG.
Namun, dikatakan, usulan itu belum diputuskan oleh pria yang biasa disapa Jokowi itu. Keputusan itu sendiri nantinya akan diputuskan pada rapat pimpinan (Rapim). Andi menyampaikan, hal tersebut ada di tangan Jokowi.
"Tadi kita usulkan, tapi belum diputuskan beliau (Jokowi). Nanti diputuskan di Rapim. Saya kan hanya menyampaikan problematikanya saja. Nanti setelah Rapim baru bisa ditanyakan kepada Pak Gubernur (Jokowi)," jelasnya.
Di sisi lain, dia juga menegaskan, SPBG yang ada di Jakarta seluruhnya ada 13 SPBG. Dari 13 yang ada, hanya lima yang beroperasi.
Walau demikian, ada tiga yang siap beroperasi. Tapi masih terkendala dengan bbg-nya yang belum terdistribusi, karena infrastrukturnya belum siap.
"Kendalanya, bahan bakar gas-nya belum terdistribusi ke tiga itu. Karena infrastrukturnya enggak siap. Katanya pipanya enggak siap, dari teman-teman Pertamina," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memimpin rapat di Ruang Rapim, Balai Kota. Selain SPBG, rapat ini juga membahas rencana pembangunan pengelolaan sampah modern Intermediate Treatment Facilities (ITF) Sunter, Jakarta Utara.
Pembahasan itu juga diikuti oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dan Kepala Dinas Kebersihan, Eko Bharuna.
"Kita konsisten ke gas. Jangan menclak-menclok ke tempat lain lagi. Kan dulu ada isu solar atau apa, enggak, kita konsisten ke gas," kata Andi saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2012).
Andi juga mengakui, dalam rapat yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Ruang Rapat Pimpinan, Balai Kota, dirinya mengusulkan untuk menambah SPBG.
Namun, dikatakan, usulan itu belum diputuskan oleh pria yang biasa disapa Jokowi itu. Keputusan itu sendiri nantinya akan diputuskan pada rapat pimpinan (Rapim). Andi menyampaikan, hal tersebut ada di tangan Jokowi.
"Tadi kita usulkan, tapi belum diputuskan beliau (Jokowi). Nanti diputuskan di Rapim. Saya kan hanya menyampaikan problematikanya saja. Nanti setelah Rapim baru bisa ditanyakan kepada Pak Gubernur (Jokowi)," jelasnya.
Di sisi lain, dia juga menegaskan, SPBG yang ada di Jakarta seluruhnya ada 13 SPBG. Dari 13 yang ada, hanya lima yang beroperasi.
Walau demikian, ada tiga yang siap beroperasi. Tapi masih terkendala dengan bbg-nya yang belum terdistribusi, karena infrastrukturnya belum siap.
"Kendalanya, bahan bakar gas-nya belum terdistribusi ke tiga itu. Karena infrastrukturnya enggak siap. Katanya pipanya enggak siap, dari teman-teman Pertamina," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memimpin rapat di Ruang Rapim, Balai Kota. Selain SPBG, rapat ini juga membahas rencana pembangunan pengelolaan sampah modern Intermediate Treatment Facilities (ITF) Sunter, Jakarta Utara.
Pembahasan itu juga diikuti oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dan Kepala Dinas Kebersihan, Eko Bharuna.
(mhd)