Diskorsing, buruh geruduk rumah Chairul Tandjung
Senin, 05 November 2012 - 09:44 WIB
Diskorsing, buruh geruduk rumah Chairul Tandjung
A
A
A
Sindonews.com - Serikat Pekerja Carrefour Indonesia (SPCI) hari ini menggeruduk rumah Chairul Tandjung (CT), di kawasan Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Namun mereka gagal bertemu dengan yang bersangkutan, karena menurut pengawal pribadi, saat ini CT tengah berada di Singapura.
Penanggung jawab aksi Imam Setiawan menjelaskan, tujuan mereka adalah untuk menyerahkan pemberangusan serikat dan menanyakan kembali Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang menurut mereka, sejak tahun 2009 tidak berhasil dengan baik dan dihambat pengusaha.
"Kita datang karena semenjak tahun 2009, PKB tidak berhasil dan dihambat pengusaha," ujar Imam saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (4/11/2012).
Dia menambahkan, aksi tersebut dilakukan secara serentak, karena ratusan karyawan Carrefour diberikan sanksi. Tak hanya karyawan, namun beberapa pengurus pusat dan cabang, hingga kini diskorsing dan masuk ke pengadilan hubungan industrial.
"Aksi ini secara serantak. Kawan-kawan Carrefour diberikan sanksi ratusan orang. Pengurus pusat dan cabang diskorsing sampai sekarang, dan masuk ke pengadilan hubungan industrial," tukasnya.
Tak hanya itu, mereka juga mengadukan masalah mutasi yang dinilainya secara sepihak. "Jadi mutasi dilakukan sepihak oleh pimpinan Caerefour. Tidak sesuai kondisi rumah. Akhirnya karyawan kehilangan kenyamanan kerjanya," terangnya.
Mereka pun mengancam, akan melakukan mogok kerja dan membagikan selebaran terkait tuntutan tersebut. "Nanti di tempat aksi mogok akan ada pembagian selebaran. Kalau tuntutan tidak dimenangkan, kita akan lanjut," tutupnya.
Penanggung jawab aksi Imam Setiawan menjelaskan, tujuan mereka adalah untuk menyerahkan pemberangusan serikat dan menanyakan kembali Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang menurut mereka, sejak tahun 2009 tidak berhasil dengan baik dan dihambat pengusaha.
"Kita datang karena semenjak tahun 2009, PKB tidak berhasil dan dihambat pengusaha," ujar Imam saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (4/11/2012).
Dia menambahkan, aksi tersebut dilakukan secara serentak, karena ratusan karyawan Carrefour diberikan sanksi. Tak hanya karyawan, namun beberapa pengurus pusat dan cabang, hingga kini diskorsing dan masuk ke pengadilan hubungan industrial.
"Aksi ini secara serantak. Kawan-kawan Carrefour diberikan sanksi ratusan orang. Pengurus pusat dan cabang diskorsing sampai sekarang, dan masuk ke pengadilan hubungan industrial," tukasnya.
Tak hanya itu, mereka juga mengadukan masalah mutasi yang dinilainya secara sepihak. "Jadi mutasi dilakukan sepihak oleh pimpinan Caerefour. Tidak sesuai kondisi rumah. Akhirnya karyawan kehilangan kenyamanan kerjanya," terangnya.
Mereka pun mengancam, akan melakukan mogok kerja dan membagikan selebaran terkait tuntutan tersebut. "Nanti di tempat aksi mogok akan ada pembagian selebaran. Kalau tuntutan tidak dimenangkan, kita akan lanjut," tutupnya.
(san)