Serangga jenis Kepik serang perumahan warga
Senin, 05 November 2012 - 01:29 WIB
Serangga jenis Kepik serang perumahan warga
A
A
A
Sindonews.com - Warga di Kecamatan Sekayu dan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) beberapa hari terakhirnya ini mengeluhkan serangan serangga sejenis kepik. Serangga kini menyerang hingga masuk ke rumah warga.
Serangga warna hitam kecoklatan yang biasa menyerang tumbuh-tumbuhan di sawah itu kini sudah banyak ke rumah warga terutama pada malam hari. Seperti yang ditemukan di Wisma Atlet Sekayu dan Lk 7 Sekayu dibawah sinar lampu banyak ditemukan ribuan hama kepik berterbangan dan hinggap di lantai rumah penduduk.
Maraknya hama kepik ke pusat kota ini juga membuat khawatir para pedagang yang menjajakan dagangannya. Seperti yang dirasakan Yan, pedagang pecel lele di Sekayu terpaksa menambahkan lilin di meja dagangan dan berharap dapat mengusir hama kepik tersebut.
“Memang belum banyak serangganya tapi kalau beterbangan satu atau dua cukup mengganggu warga yang mau makan,” ungkap Yan menjelaskan kepada wartawan, Minggu 4 Oktober 2012.
Di lain tempat juga, Ketua RT 06 RW O3 Kelurahan Sungai Lilin mengaku cukup khawatir dengan serangga jenis kepik itu. Dia takut jika serangga tersebut membawa penyakit.
“tidak biasanya hama kepik menyerang warga. Cukup menganggu. Baunya juga agak menyengat dan katanya bisa bikin gatal-gatal,” imbuhnya.
Sementara dari pantauan di lokasi pada malam hari, kumpulan hama kepi bisa dilihat di pingiran ruko sepanjang kawasan Pasar Sungai Lilin. Para pedagang sendiri mengaku cukup resah dengan kejadian ini. Menurut pedagang sejak datangnya hama kepi hasil dagangan mereka merosot tajam karena pembeli enggan mendekat.
“Ada beberapa hari ini serangga kayak kepik banyak yang datang. tidak biasanya kepi beterbangan sebanyak ini, coba liat saja sendiri itu sebagian yang mati beserakan ditanah,” ungkap Risna pedagang nasi goreng di Sungai Lilin.
Karyawan Bank BNI Sungai Lilin, Zulkifli (30) menuturkan sejak ada hama Kepik membuat pekerjaannya bertambah karena harus membersihkan kepi yang berserakan didepan kantor. Serangga itu juga nempel ditembok jadi kotor dan bau. “Jadi tambah repot setiap pagi harus membersihkan hama kepi,” ungkapnya.
Serangga warna hitam kecoklatan yang biasa menyerang tumbuh-tumbuhan di sawah itu kini sudah banyak ke rumah warga terutama pada malam hari. Seperti yang ditemukan di Wisma Atlet Sekayu dan Lk 7 Sekayu dibawah sinar lampu banyak ditemukan ribuan hama kepik berterbangan dan hinggap di lantai rumah penduduk.
Maraknya hama kepik ke pusat kota ini juga membuat khawatir para pedagang yang menjajakan dagangannya. Seperti yang dirasakan Yan, pedagang pecel lele di Sekayu terpaksa menambahkan lilin di meja dagangan dan berharap dapat mengusir hama kepik tersebut.
“Memang belum banyak serangganya tapi kalau beterbangan satu atau dua cukup mengganggu warga yang mau makan,” ungkap Yan menjelaskan kepada wartawan, Minggu 4 Oktober 2012.
Di lain tempat juga, Ketua RT 06 RW O3 Kelurahan Sungai Lilin mengaku cukup khawatir dengan serangga jenis kepik itu. Dia takut jika serangga tersebut membawa penyakit.
“tidak biasanya hama kepik menyerang warga. Cukup menganggu. Baunya juga agak menyengat dan katanya bisa bikin gatal-gatal,” imbuhnya.
Sementara dari pantauan di lokasi pada malam hari, kumpulan hama kepi bisa dilihat di pingiran ruko sepanjang kawasan Pasar Sungai Lilin. Para pedagang sendiri mengaku cukup resah dengan kejadian ini. Menurut pedagang sejak datangnya hama kepi hasil dagangan mereka merosot tajam karena pembeli enggan mendekat.
“Ada beberapa hari ini serangga kayak kepik banyak yang datang. tidak biasanya kepi beterbangan sebanyak ini, coba liat saja sendiri itu sebagian yang mati beserakan ditanah,” ungkap Risna pedagang nasi goreng di Sungai Lilin.
Karyawan Bank BNI Sungai Lilin, Zulkifli (30) menuturkan sejak ada hama Kepik membuat pekerjaannya bertambah karena harus membersihkan kepi yang berserakan didepan kantor. Serangga itu juga nempel ditembok jadi kotor dan bau. “Jadi tambah repot setiap pagi harus membersihkan hama kepi,” ungkapnya.
(azh)