Pemalang diterjang angin puting beliung
Sabtu, 03 November 2012 - 15:20 WIB
Pemalang diterjang angin puting beliung
A
A
A
Sindonews.com - Bencana angin (puting beliung) memorak-porandakan sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang. Di antaranya, Kelurahan Sugih Waras, Kelurahan Bojongbata, dan sejumlah kelurahan di Kecamatan/Kabupaten Pemalang. Akibat terjangan angin itu, beberapa rumah warga dan baliho mengalami kerusakan.
Nurotin (47), ibu rumah tangga di Kelurahan Sugih Waras mengatakan, kejadian angin puting beliung melanda wilayahnya, pada Sabtu dini hari. Saat itu, terjadi angin kencang bercampur dengan hujan gerimis.
Akibat bencana angin tersebut, pemancar Stasiun Radio Alfina setinggi sekitar 50 meter langsung ambruk. Sampai menimpa rumah yang berada di bawahnya. Tercatat dua rumah yang jadi sasaran. Yakni rumah Nurotin dan Suwito.
"Dahi saya terluka saat pemancar menimpa rumah dan menghancurkan atap kamar," kata Nurotin di lokasi kejadian di Pemalang, Sabtu (03/11/2012)
Akibat bencana itu, Nurotin mengungsi di rumah tetangganya. Pada awalnya, dia menyangka itu adalah gempa bumi. Sehingga ibu rumah tangga ini, langsung bergegas keluar rumah kendati dahinya terluka.
Dia bersama anak lelakinya segera mengungsi ke rumah tetangga. "Untung lukanya tidak terlalu berat dan sudah diobati," katanya.
Seluruh rumah yang tertimpa itu berada di RT 02 RW 12. Jumlah kerugian yang diderita warga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Dia mengatakan, bahwa warga setempat bergotong royong menangani bencana tersebut.
Warga lain, Suwito mengatakan, musibah itu baru kali pertama terjadi di tempatnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, angin puting beliug juga memorandakan baliho di Bojongbata Pemalang. Hal itu mengundang perhatian warga sehingga menyendatkan aktifitas perbaikan.
Nurotin (47), ibu rumah tangga di Kelurahan Sugih Waras mengatakan, kejadian angin puting beliung melanda wilayahnya, pada Sabtu dini hari. Saat itu, terjadi angin kencang bercampur dengan hujan gerimis.
Akibat bencana angin tersebut, pemancar Stasiun Radio Alfina setinggi sekitar 50 meter langsung ambruk. Sampai menimpa rumah yang berada di bawahnya. Tercatat dua rumah yang jadi sasaran. Yakni rumah Nurotin dan Suwito.
"Dahi saya terluka saat pemancar menimpa rumah dan menghancurkan atap kamar," kata Nurotin di lokasi kejadian di Pemalang, Sabtu (03/11/2012)
Akibat bencana itu, Nurotin mengungsi di rumah tetangganya. Pada awalnya, dia menyangka itu adalah gempa bumi. Sehingga ibu rumah tangga ini, langsung bergegas keluar rumah kendati dahinya terluka.
Dia bersama anak lelakinya segera mengungsi ke rumah tetangga. "Untung lukanya tidak terlalu berat dan sudah diobati," katanya.
Seluruh rumah yang tertimpa itu berada di RT 02 RW 12. Jumlah kerugian yang diderita warga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Dia mengatakan, bahwa warga setempat bergotong royong menangani bencana tersebut.
Warga lain, Suwito mengatakan, musibah itu baru kali pertama terjadi di tempatnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, angin puting beliug juga memorandakan baliho di Bojongbata Pemalang. Hal itu mengundang perhatian warga sehingga menyendatkan aktifitas perbaikan.
(san)