Pria paruh baya tewas di panti pijat
Sabtu, 03 November 2012 - 00:31 WIB
Pria paruh baya tewas di panti pijat
A
A
A
Sindonews.com - Gunarto, seorang pria berusia 65 tahun, tewas di panti pijat tradisional ‘Melati’ yang berlokasi di Perumahan Jurang Mangu Permai, Blok A2/2, Jalan Raya Ceger, Pondok Aren. Sebelum meninggal, korban sempat kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya.
Menurut salah satu tukang pijat yang tidak mau menyebutkan namanya, korban merupakan warga Perumahan Pondok Safari RT 03/13, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, adalah salah satu pelanggan urutnya.
"Bapak itu sering ke sini. Dia datang jam 10 pagi, lalu meminta saya memijatnya. Dia minta diurut karena sedang sakit," kata wanita asal Brebes, Jawa Tengah itu, di Polsek Pondok Aren, Jumat (2/11/2012).
Namun saat dipijat di kamar nomor tiga, Gunarto diam saja seperti tertidur. "Saya mengira dia tertidur. Namun, tiba-tiba bapak itu kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa," lanjutnya.
Melihat kondisi pasien seperti itu, wanita tersebut langsung meminta bantuan. "Saking takutnya, saya keluar minta bantuan. Tapi, saat kami datang ke kamar, tubuhnya sudah kaku," ungkapnya.
Karena ada yang meninggal di tempat usahanya, pengelola panti pijat langsung menghubungi Polsek Pondok Aren. Mendengar adanya laporan tersebut, anggota Polsek Pondok Aren, langsung menuju ke lokasi.
Kanit Binamas Polsek Pondok Aren AKP Sudiyono membenarkan adanya laporan dari panti pijat 'Melati' milik Esti tersebut. "Kami menerima laporan sekitar pukul 12 siang. Kemudian langsung meluncur ke TKP," kata Sudiyono.
Atas persetujuan keluarga Gunarto yang datang ke lokasi kejadian, jasadnya langsung dibawa ke RS Premier Bintaro untuk divisum. "Keluarganya meminta agar Gunarto di bawa ke rumah sakit untuk divisum, untuk mengetahui penyebab kematiannya," lanjutnya.
Sedangkan lima pekerja panti pijat dimintai keterangan di polsek. Humas Polsek Pondok Aren Aiptu Lulu Firnalusi mengatakan, keluarga korban tidak menuntut dengan kematian Gunarto.
"Dari keluarga korban mengatakan tidak akan menuntut. Karena itu, baik dari pihak panti dan keluarga korban di panggil ke polsek untuk membuat surat pernyataan. Tujuannya agar suatu saat tidak memberatkan salah satu pihak," katanya.
Atas peristiwa itu, untuk sementara panti pijat ditutup dengan dipasang garis polisi yang melintang di depan pintu masuk.
Menurut salah satu tukang pijat yang tidak mau menyebutkan namanya, korban merupakan warga Perumahan Pondok Safari RT 03/13, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, adalah salah satu pelanggan urutnya.
"Bapak itu sering ke sini. Dia datang jam 10 pagi, lalu meminta saya memijatnya. Dia minta diurut karena sedang sakit," kata wanita asal Brebes, Jawa Tengah itu, di Polsek Pondok Aren, Jumat (2/11/2012).
Namun saat dipijat di kamar nomor tiga, Gunarto diam saja seperti tertidur. "Saya mengira dia tertidur. Namun, tiba-tiba bapak itu kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa," lanjutnya.
Melihat kondisi pasien seperti itu, wanita tersebut langsung meminta bantuan. "Saking takutnya, saya keluar minta bantuan. Tapi, saat kami datang ke kamar, tubuhnya sudah kaku," ungkapnya.
Karena ada yang meninggal di tempat usahanya, pengelola panti pijat langsung menghubungi Polsek Pondok Aren. Mendengar adanya laporan tersebut, anggota Polsek Pondok Aren, langsung menuju ke lokasi.
Kanit Binamas Polsek Pondok Aren AKP Sudiyono membenarkan adanya laporan dari panti pijat 'Melati' milik Esti tersebut. "Kami menerima laporan sekitar pukul 12 siang. Kemudian langsung meluncur ke TKP," kata Sudiyono.
Atas persetujuan keluarga Gunarto yang datang ke lokasi kejadian, jasadnya langsung dibawa ke RS Premier Bintaro untuk divisum. "Keluarganya meminta agar Gunarto di bawa ke rumah sakit untuk divisum, untuk mengetahui penyebab kematiannya," lanjutnya.
Sedangkan lima pekerja panti pijat dimintai keterangan di polsek. Humas Polsek Pondok Aren Aiptu Lulu Firnalusi mengatakan, keluarga korban tidak menuntut dengan kematian Gunarto.
"Dari keluarga korban mengatakan tidak akan menuntut. Karena itu, baik dari pihak panti dan keluarga korban di panggil ke polsek untuk membuat surat pernyataan. Tujuannya agar suatu saat tidak memberatkan salah satu pihak," katanya.
Atas peristiwa itu, untuk sementara panti pijat ditutup dengan dipasang garis polisi yang melintang di depan pintu masuk.
(san)