Jokowi kaget ada demo buruh
Jum'at, 02 November 2012 - 11:55 WIB
Jokowi kaget ada demo buruh
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkejut dengan aksi demonstrasi para buruh di depan Balai Kota. Kepada wartawan yang sedang merubungnya, pria asal Solo ini bertanya-tanya.
"Lho ini ada apa ini rame-rame?" tanya Jokowi yang baru sadar ada keramaian di depan Balai Kota, Jumat (2/11/2012).
Wartawan yang sedang merubungnya serempak memberitahu keberadaan aksi demo buruh yang menuntut perbaikan standar upah mereka. Pria yang akrab dipanggil Jokowi ini pun mengatakan, hal itu akan berusaha diselesaikannya.
Pasalnya, dia akan bertandang ke Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk menyelesaikan persoalan buruh di Jakarta. "Oh yowes, ini kan mau dibicarakan," jawab Jokowi sambil melanjutkan langkahnya menuju mobil.
Diketahui, rapat yang akan dipimpin oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar itu juga akan dihadiri oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Ratusan buruh yang berunjuk rasa di depan Balai Kota berasal dari Kelompok Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Mereka menuntut penghapusan outsourcing dan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) hingga Rp3 juta.
"Lho ini ada apa ini rame-rame?" tanya Jokowi yang baru sadar ada keramaian di depan Balai Kota, Jumat (2/11/2012).
Wartawan yang sedang merubungnya serempak memberitahu keberadaan aksi demo buruh yang menuntut perbaikan standar upah mereka. Pria yang akrab dipanggil Jokowi ini pun mengatakan, hal itu akan berusaha diselesaikannya.
Pasalnya, dia akan bertandang ke Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk menyelesaikan persoalan buruh di Jakarta. "Oh yowes, ini kan mau dibicarakan," jawab Jokowi sambil melanjutkan langkahnya menuju mobil.
Diketahui, rapat yang akan dipimpin oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar itu juga akan dihadiri oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Ratusan buruh yang berunjuk rasa di depan Balai Kota berasal dari Kelompok Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Mereka menuntut penghapusan outsourcing dan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) hingga Rp3 juta.
(hyk)