Plafon SDN Purwosari runtuh timpa siswa
Jum'at, 02 November 2012 - 10:02 WIB
Plafon SDN Purwosari runtuh timpa siswa
A
A
A
Sindonews.com – Plafon Sekolah Dasar Negeri (SDN) I Purwosari di Desa, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, tiba-tiba runtuh dan mengenai siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Akibatnya, seorang siswa yakni Friko (10), mengalami luka di bagian pelipis dan kepala akibat tertimpa pecahan plafon asbes.
Plafon atau atap sekolah ruang kelas empat SD Negeri I Purwosari itu tiba-tiba jebol dan runtuh sekitar pukul 10.45 WIB. Sebanyak 37 siswa yang sedang mengikuti pelajaran IPS saat itu langsung panik dan berhamburan. Sebagian siswa terkena pecahan asbes tetapi tidak sampai mengalami luka. Tetapi, kondisi Friko yang duduk tepat di bawah plafon yang runtuh mengalami luka di pelipis dan kepala hingga berdarah. Ia pun segera dilarikan ke Puskesmas Purwosari untuk mendapatkan pertolongan.
Menurut Kepala SDN Purwosari I, Kasiyati, akibat kejadian runtuhnya plafon sekolah itu akhirnya kegiatan belajar-mengajar langsung dihentikan.
“Siswa yang tidak mengalami luka diperbolehkan langsung pulan, sedangkan Friko yang luka dibawa ke Puskesmas Purwosari agar dapat pengobatan,” ujar Kasiyati menjelaskan kepada wartawan, Kamis (1 Oktober 2012.
Friko mendapatkan perawatan di Puskesmas Purwosari. Bagian luka di pelipis dan kepala belakang diperban. Namun, setelah kondisinya membaik ia diperbolehkan pulang ke rumahnya.
Menurut Kasiyati, bangunan SDN Purwosari I memang sudah mengkhawatirkan. Bagian dinding sekolah sebagian tembok yang sudah retak-retak. Sedangkan, kayu penyangga sekolah sebagian sudah reyot karena termakan usia. Plafon di ruang kelas empat itu runtuh diduga karena kayu penyangganya sudah lapuk karena dimakan rayap.
Gedung SDN Purwosari I itu berada di tepi jalan raya Bojonegoro-Cepu. Gedung SDN Purwosari I itu dibangun sejak masa sekolah rakyat dan beberapa kali mengalami rehabilitasi.
Kepala Bidang Pendidikan TK dan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Achyar, mengatakan, ia baru mendapatkan laporan adanya plafon ruang kelas SD Negeri Purwosari I itu dari wartawan.
“Saya baru tahu kalau ada plafon sekolah yang jebol itu,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk merehabilitasi tiga ruang kelas SD Negeri Purwosari I itu pada akhir tahun ini.
“Untuk merehab tiga lokal ruang kelas SD Negeri Purwosari I itu disediakan dana Rp173 juta,” ujarnya.
Achyar menuturkan, sebanyak 1.838 lokal ruang kelas SD negeri yang rusak di Bojonegoro telah diperbaiki selama tahun 2012. Sebelumnya, kata dia, ada 2.000 lokal ruang kelas rusak yang mendesak diperbaiki.
“Sisa lokal ruang kelas yang rusak akan diperbaiki pada tahun 2013,” ujarnya.
Plafon atau atap sekolah ruang kelas empat SD Negeri I Purwosari itu tiba-tiba jebol dan runtuh sekitar pukul 10.45 WIB. Sebanyak 37 siswa yang sedang mengikuti pelajaran IPS saat itu langsung panik dan berhamburan. Sebagian siswa terkena pecahan asbes tetapi tidak sampai mengalami luka. Tetapi, kondisi Friko yang duduk tepat di bawah plafon yang runtuh mengalami luka di pelipis dan kepala hingga berdarah. Ia pun segera dilarikan ke Puskesmas Purwosari untuk mendapatkan pertolongan.
Menurut Kepala SDN Purwosari I, Kasiyati, akibat kejadian runtuhnya plafon sekolah itu akhirnya kegiatan belajar-mengajar langsung dihentikan.
“Siswa yang tidak mengalami luka diperbolehkan langsung pulan, sedangkan Friko yang luka dibawa ke Puskesmas Purwosari agar dapat pengobatan,” ujar Kasiyati menjelaskan kepada wartawan, Kamis (1 Oktober 2012.
Friko mendapatkan perawatan di Puskesmas Purwosari. Bagian luka di pelipis dan kepala belakang diperban. Namun, setelah kondisinya membaik ia diperbolehkan pulang ke rumahnya.
Menurut Kasiyati, bangunan SDN Purwosari I memang sudah mengkhawatirkan. Bagian dinding sekolah sebagian tembok yang sudah retak-retak. Sedangkan, kayu penyangga sekolah sebagian sudah reyot karena termakan usia. Plafon di ruang kelas empat itu runtuh diduga karena kayu penyangganya sudah lapuk karena dimakan rayap.
Gedung SDN Purwosari I itu berada di tepi jalan raya Bojonegoro-Cepu. Gedung SDN Purwosari I itu dibangun sejak masa sekolah rakyat dan beberapa kali mengalami rehabilitasi.
Kepala Bidang Pendidikan TK dan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Achyar, mengatakan, ia baru mendapatkan laporan adanya plafon ruang kelas SD Negeri Purwosari I itu dari wartawan.
“Saya baru tahu kalau ada plafon sekolah yang jebol itu,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk merehabilitasi tiga ruang kelas SD Negeri Purwosari I itu pada akhir tahun ini.
“Untuk merehab tiga lokal ruang kelas SD Negeri Purwosari I itu disediakan dana Rp173 juta,” ujarnya.
Achyar menuturkan, sebanyak 1.838 lokal ruang kelas SD negeri yang rusak di Bojonegoro telah diperbaiki selama tahun 2012. Sebelumnya, kata dia, ada 2.000 lokal ruang kelas rusak yang mendesak diperbaiki.
“Sisa lokal ruang kelas yang rusak akan diperbaiki pada tahun 2013,” ujarnya.
(azh)