Perampok di taksi incar wanita & bermotif ekonomi
Jum'at, 02 November 2012 - 01:50 WIB
Perampok di taksi incar wanita & bermotif ekonomi
A
A
A
Sindonews.com - Aksi perampokan dan pemerasan yang terjadi di atas taksi akhir-akhir ini menjadi pekerjaan rumah bagi polisi. Maraknya aksi perampokan itu, diduga dilatarbelakangi oleh persoalan ekonomi.
Wadir Reserse Kriminal Umum Meto Jaya AKBP Nico Alvita mengatakan, kasus pemerasan dan perampokan, selalu menimpa korban yang lemah yaitu wanita, pada jam-jam rawan, dan lokasi sepi seperti tujuan luar kota.
"Pelaku selalu menyasar kaum lemah yaitu wanita, di jam-jam rawan antara jam 7 sampai jam 3 dengan tujuan luar kota," ujar Nico di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Dia menambahkan, 70 persen kasus pemerasan dan perampokan yang diungkap kepolisian bermotif ekonomi. "Dari 70 persen kasus perampokan yang diungkap selalu bermotif ekonomi," terangnya.
Umumnya, pelaku mengajak sopir taksi untuk bekerja sama dalam melakukan tindak kejahatan ini. Karena itu, dia berharap pada pengguna taksi selalu menumpangi taksi di tempat-tempat umum yang sudah disiapkan.
Selain itu, dia mengimbau agar masyarakat mengidentifikasi taksi dengan melihat nomor lambung, serta nomor polisi taksi yang ditumpangi, sehingga terhindar dari kejahatan.
Wadir Reserse Kriminal Umum Meto Jaya AKBP Nico Alvita mengatakan, kasus pemerasan dan perampokan, selalu menimpa korban yang lemah yaitu wanita, pada jam-jam rawan, dan lokasi sepi seperti tujuan luar kota.
"Pelaku selalu menyasar kaum lemah yaitu wanita, di jam-jam rawan antara jam 7 sampai jam 3 dengan tujuan luar kota," ujar Nico di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Dia menambahkan, 70 persen kasus pemerasan dan perampokan yang diungkap kepolisian bermotif ekonomi. "Dari 70 persen kasus perampokan yang diungkap selalu bermotif ekonomi," terangnya.
Umumnya, pelaku mengajak sopir taksi untuk bekerja sama dalam melakukan tindak kejahatan ini. Karena itu, dia berharap pada pengguna taksi selalu menumpangi taksi di tempat-tempat umum yang sudah disiapkan.
Selain itu, dia mengimbau agar masyarakat mengidentifikasi taksi dengan melihat nomor lambung, serta nomor polisi taksi yang ditumpangi, sehingga terhindar dari kejahatan.
(san)