Pembangunan Pasar Bandongan tak sesuai spesifikasi
Jum'at, 02 November 2012 - 01:00 WIB
Pembangunan Pasar Bandongan tak sesuai spesifikasi
A
A
A
Sindonews.com - Pembangunan Pasar Darurat Bandongan, Magelang, dinilai tidak sesuai spesifikasi. Terutama kondisi drainase yang tidak mampu menampung air saat hujan. Hal itu membuat sebagian kios pedagang terendam air.
Padahal, pembanguan pasar tersebut memakan biaya Rp860 juta dari Dana Tak Terduga (DTT) APBD 2012.
Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Magelang Akhmad Zidni mengatakan, ketidakmaksimalan fungsi sistem drainase ini perlu dipikirkan secara bersama.
“Pedagang jangan sampai dirugikan dengan adanya sistem drainase yang buruk),” kata Akhmad, di DPRD Kabupaten Magelang, Kamis 1 November 2012.
Dia manambahkan apabila pembangunan pasar darurat itu masih dalam masa pemeliharaan maka masih menjadi tanggung jawab pemborong.
“Kalau masih masa pemeliharaan, pemborong harus segera memperbaiki,” jelas politikus PKNU ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang Bambang Dwi Purnomo menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU-ESDM) untuk segera melakukan peninjauan ke lokasi.
"Kami akan mengajak pengurus paguyuban pedagang, guna mengecek dan menelusuri penyebab mampetnya drainase di lingkungan pasar darurat itu yang membuat sebagian kios kemasukan air," paparnya.
Dikatahui, Pasar Darurat Bandongan dibangun untuk menampung pedagang dari Pasar Bandongan yang terbakar pada 14 Juli 2012. Terdapat sekira 179 unit dengan lapak ukuran masing-masing 2x2 meter.
Selain itu terdapat Juga deretan los untuk menampung 118 pedagang lesehan masing-masing kavling seluas 1,5 x 1,5 meter persegi per kios. Pasar Darurat itu dibangun di areal seluas 2.000 meter persegi, dilengkapi prasarana pendukung seperti paving block jalan antarlapak, kelistrikan, WC (Water Closet) dan pagar keliling dari batako pada sejumlah titik pinggir pasar demi keamanan barang dagangan.
Padahal, pembanguan pasar tersebut memakan biaya Rp860 juta dari Dana Tak Terduga (DTT) APBD 2012.
Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Magelang Akhmad Zidni mengatakan, ketidakmaksimalan fungsi sistem drainase ini perlu dipikirkan secara bersama.
“Pedagang jangan sampai dirugikan dengan adanya sistem drainase yang buruk),” kata Akhmad, di DPRD Kabupaten Magelang, Kamis 1 November 2012.
Dia manambahkan apabila pembangunan pasar darurat itu masih dalam masa pemeliharaan maka masih menjadi tanggung jawab pemborong.
“Kalau masih masa pemeliharaan, pemborong harus segera memperbaiki,” jelas politikus PKNU ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang Bambang Dwi Purnomo menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU-ESDM) untuk segera melakukan peninjauan ke lokasi.
"Kami akan mengajak pengurus paguyuban pedagang, guna mengecek dan menelusuri penyebab mampetnya drainase di lingkungan pasar darurat itu yang membuat sebagian kios kemasukan air," paparnya.
Dikatahui, Pasar Darurat Bandongan dibangun untuk menampung pedagang dari Pasar Bandongan yang terbakar pada 14 Juli 2012. Terdapat sekira 179 unit dengan lapak ukuran masing-masing 2x2 meter.
Selain itu terdapat Juga deretan los untuk menampung 118 pedagang lesehan masing-masing kavling seluas 1,5 x 1,5 meter persegi per kios. Pasar Darurat itu dibangun di areal seluas 2.000 meter persegi, dilengkapi prasarana pendukung seperti paving block jalan antarlapak, kelistrikan, WC (Water Closet) dan pagar keliling dari batako pada sejumlah titik pinggir pasar demi keamanan barang dagangan.
(rsa)