Armada uzur, Ciamis kesulitan tangani sampah
Kamis, 01 November 2012 - 00:04 WIB
Armada uzur, Ciamis kesulitan tangani sampah
A
A
A
Sindonews.com - Saat ini Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang Kabupaten Ciamis dipusingkan dengan masalah armada yang sudah uzur. Akibatnya, dari 300 meter kubik volume sampah yang dihasilkan per hari baru sekira 110 yang bisa ditangani.
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang Kabupaten Ciamis Rahlan Suryadinata menyebutkan, akibat banyak peralatan yang rusak, penanganan dan pelayanan sampah di Kabupaten Ciamis tidak berjalan optimal.
“Kondisi pelayanan memang demikian adanya. Salah satu penyebabnya karena banyak sarana yang dimiliki kebersihan dalam keadaan rusak,” ujar Rahlan di Ciamis, Rabu (31/10/2012).
Rahlan menyebutkan, sejumlah peralatan yang kondisinya rusak yaitu seperti kontainer, truk sampah, keranjang dorong bahkan beberapa bak sampah juga rusak.
Dari 14 unit armada dum truk pengangkut sampah yang ada saat ini setengahnya tidak layak pakai karena sudah tua produksi tahun 1985.
"Sarana prasarana lain yang kondisinya rusak yaitu, kontainer, crane, loader buldozer dan excavator,” tambah Rahlan.
Rahlan mengatakan, idealnya untuk kebutuhan sarana armada truk pengangkut sampah setidaknya lebih dari 20 unit. Sedangkan kondisi saat ini pelayanan di wilayah perkotaan Ciamis saja hanya ada lima unit.
“Sisanya disebar di Panumbangan dua unit, Kawali dua unit, Banjarsari dan Pangandaran lima unit,” tandas Rahlan.
Rahlan menjelaskan, saat ini karyawan kebersihan yang tersebar di Ciamis hanya berjumlah 93 orang. Petugas ini cukup minim untuk mengangkut 300 meter kubik sampah perhari.
"Petugas hanya mampu menangani sekitar 110 meter kubik per hari,” pungkas Rahlan.
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang Kabupaten Ciamis Rahlan Suryadinata menyebutkan, akibat banyak peralatan yang rusak, penanganan dan pelayanan sampah di Kabupaten Ciamis tidak berjalan optimal.
“Kondisi pelayanan memang demikian adanya. Salah satu penyebabnya karena banyak sarana yang dimiliki kebersihan dalam keadaan rusak,” ujar Rahlan di Ciamis, Rabu (31/10/2012).
Rahlan menyebutkan, sejumlah peralatan yang kondisinya rusak yaitu seperti kontainer, truk sampah, keranjang dorong bahkan beberapa bak sampah juga rusak.
Dari 14 unit armada dum truk pengangkut sampah yang ada saat ini setengahnya tidak layak pakai karena sudah tua produksi tahun 1985.
"Sarana prasarana lain yang kondisinya rusak yaitu, kontainer, crane, loader buldozer dan excavator,” tambah Rahlan.
Rahlan mengatakan, idealnya untuk kebutuhan sarana armada truk pengangkut sampah setidaknya lebih dari 20 unit. Sedangkan kondisi saat ini pelayanan di wilayah perkotaan Ciamis saja hanya ada lima unit.
“Sisanya disebar di Panumbangan dua unit, Kawali dua unit, Banjarsari dan Pangandaran lima unit,” tandas Rahlan.
Rahlan menjelaskan, saat ini karyawan kebersihan yang tersebar di Ciamis hanya berjumlah 93 orang. Petugas ini cukup minim untuk mengangkut 300 meter kubik sampah perhari.
"Petugas hanya mampu menangani sekitar 110 meter kubik per hari,” pungkas Rahlan.
(ysw)