Jam buka usaha game online perlu diatur
Rabu, 31 Oktober 2012 - 15:45 WIB
Jam buka usaha game online perlu diatur
A
A
A
Sindonews.com - Komisi A DPRD Yogyakarta mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta segera membuat aturan baru, terutama syarat usaha game online. Baik ketentuan mengenai jam buka, maupun hal-hal teknis lainnya.
Dengan adanya aturan baru ini, diharapkan Pemkot bisa mengetahui keberadaan usaha game online, sekaligus menjadi dasar penertiban jika ada tempat usaha yang melakukan pelanggaran. Termasuk, mencabut izin usaha (HO) tempat tersebut.
“Untuk pemberian izin usaha ini juga harus ditinjau ulang, terutama dampak dari adanya tempat game online itu bagi masyarakat,” kata Anggota Komisi A DPRD Yogyakarta, Bambang Anjar Jalumurti, Rabu (31/10/2012).
Bambang menjelaskan, peninjauan ulang pemberian HO tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, dampak dari adanya tempat game online tersebut bukan saja bagi lingkungan sekitar, namun yang lebih penting lagi adalah dampak bagi masyarakat luas. Sebab, pengguna game online itu bisa berasal dari luar lingkungan tempat usaha itu.
“Jadi, hal ini mestinya juga menjadi pertimbangan,” paparnya.
Menurut Bambang, selain membatasi jam buka, juga harus ada aturan soal batas usia pengunjung yang boleh masuk ke tempat game online. Misalnya, setelah di atas jam 18.00 WIB, anak usia sekolah tidak diperbolehkan masuk, khususnya di hari-hari sekolah.
Jika ini tidak diatur, dikhawatirkan bukan hanya akan menurunkan kualitas anak dan mengancam demoralisasi bagi generasi muda, tapi juga bisa merusak citra kota Yogyakarta sendiri.
“Jika ini terjadi, nantinya sebutan Yogyakarta sebagai kota pelajar pendidikan dan budaya, tinggal julukan saja,” tandasnya.
Dengan adanya aturan baru ini, diharapkan Pemkot bisa mengetahui keberadaan usaha game online, sekaligus menjadi dasar penertiban jika ada tempat usaha yang melakukan pelanggaran. Termasuk, mencabut izin usaha (HO) tempat tersebut.
“Untuk pemberian izin usaha ini juga harus ditinjau ulang, terutama dampak dari adanya tempat game online itu bagi masyarakat,” kata Anggota Komisi A DPRD Yogyakarta, Bambang Anjar Jalumurti, Rabu (31/10/2012).
Bambang menjelaskan, peninjauan ulang pemberian HO tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, dampak dari adanya tempat game online tersebut bukan saja bagi lingkungan sekitar, namun yang lebih penting lagi adalah dampak bagi masyarakat luas. Sebab, pengguna game online itu bisa berasal dari luar lingkungan tempat usaha itu.
“Jadi, hal ini mestinya juga menjadi pertimbangan,” paparnya.
Menurut Bambang, selain membatasi jam buka, juga harus ada aturan soal batas usia pengunjung yang boleh masuk ke tempat game online. Misalnya, setelah di atas jam 18.00 WIB, anak usia sekolah tidak diperbolehkan masuk, khususnya di hari-hari sekolah.
Jika ini tidak diatur, dikhawatirkan bukan hanya akan menurunkan kualitas anak dan mengancam demoralisasi bagi generasi muda, tapi juga bisa merusak citra kota Yogyakarta sendiri.
“Jika ini terjadi, nantinya sebutan Yogyakarta sebagai kota pelajar pendidikan dan budaya, tinggal julukan saja,” tandasnya.
(rsa)