Jokowi ajukan 3 pertanyaan ke PT MRT
Selasa, 30 Oktober 2012 - 19:26 WIB
Jokowi ajukan 3 pertanyaan ke PT MRT
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diketahui memberikan tiga buah pertanyaan terkait dengan pembangunan Mass Rapit Transit (MRT) ke PT MRT.
Pertanyaan itu dikeluarkannya pada saat pertemuan antara pria yang akrab disapa Jokowi ini dengan PT MRT siang tadi. PT MRT sendiri masih akan terus melakukan pemaparan kepada mantan Wali Kota Solo tersebut.
"Saya minta penjelasan. Intinya kita ingin clear, tapi kalau penjelasan belum komplit, ya saya juga tidak akan terburu-buru, tergantung yang menjelaskan," kata Jokowi, usai mendengarkan paparan dari PT MRT Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Jokowi khawatir, jika proyek MRT itu sudah berjalan, sedangkan dalam perjalanannya ada masalah siapa yang tanggung jawab untuk itu. Oleh sebab itu, dia mempertanyaan terkait itu kepada PT MRT.
"Yang pertama, jika operasional MRT merugi maka apa yang dilakukan? Kedua, siapa yang akan menggunakan MRT pada jalur yang telah ditetapkan? Dan yang ketiga, mengenai detail perjanjian kerja sama," katanya.
Pertanyaan-pertanyaan itu dimaksudkan Jokowi untuk memastikan mega proyek itu tidak akan mandek di tengah jalan nanti.
"MRT kan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), nanti kalau terjadi sesuatu bagaimana? Kan kita tahu ada empat (negara) yang kolaps. Kalau nanti MRT Jakarta kolaps kan diambil alih oleh Pemda (Pemerintah Daerah). Itu kita harus hati-hati," jelas Jokowi.
Di sisi lain, Jokowi mengakui dirinya sudah mulai paham mengenai proyek MRT setelah dua kali PT MRT melakukan pemaparan kepadanya.
"Ini bukan evaluasi. Saya hanya tanya terkait dengan perjanjian. Kan pinjaman dari Jepang. Sehingga 30 persen barang harus dari Jepang, operasional, perencanaan dari jepang," ujar Jokowi.
Sedangkan terkait dengan tarif MRT, Jokowi tidak mau kalau nantinya biaya tarif itu mahal. Dia khawatir, transportasi mahal tersebut tidak diminati oleh masyarakat Jakarta.
Pertanyaan itu dikeluarkannya pada saat pertemuan antara pria yang akrab disapa Jokowi ini dengan PT MRT siang tadi. PT MRT sendiri masih akan terus melakukan pemaparan kepada mantan Wali Kota Solo tersebut.
"Saya minta penjelasan. Intinya kita ingin clear, tapi kalau penjelasan belum komplit, ya saya juga tidak akan terburu-buru, tergantung yang menjelaskan," kata Jokowi, usai mendengarkan paparan dari PT MRT Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Jokowi khawatir, jika proyek MRT itu sudah berjalan, sedangkan dalam perjalanannya ada masalah siapa yang tanggung jawab untuk itu. Oleh sebab itu, dia mempertanyaan terkait itu kepada PT MRT.
"Yang pertama, jika operasional MRT merugi maka apa yang dilakukan? Kedua, siapa yang akan menggunakan MRT pada jalur yang telah ditetapkan? Dan yang ketiga, mengenai detail perjanjian kerja sama," katanya.
Pertanyaan-pertanyaan itu dimaksudkan Jokowi untuk memastikan mega proyek itu tidak akan mandek di tengah jalan nanti.
"MRT kan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), nanti kalau terjadi sesuatu bagaimana? Kan kita tahu ada empat (negara) yang kolaps. Kalau nanti MRT Jakarta kolaps kan diambil alih oleh Pemda (Pemerintah Daerah). Itu kita harus hati-hati," jelas Jokowi.
Di sisi lain, Jokowi mengakui dirinya sudah mulai paham mengenai proyek MRT setelah dua kali PT MRT melakukan pemaparan kepadanya.
"Ini bukan evaluasi. Saya hanya tanya terkait dengan perjanjian. Kan pinjaman dari Jepang. Sehingga 30 persen barang harus dari Jepang, operasional, perencanaan dari jepang," ujar Jokowi.
Sedangkan terkait dengan tarif MRT, Jokowi tidak mau kalau nantinya biaya tarif itu mahal. Dia khawatir, transportasi mahal tersebut tidak diminati oleh masyarakat Jakarta.
(mhd)