Mandor bangunan meninggal saat salat
Selasa, 30 Oktober 2012 - 19:23 WIB
Mandor bangunan meninggal saat salat
A
A
A
Sindonews.com - Warga di Perumda Bojokerto Permai Rt 2/07 Bener Tegalrejo, Yogyakarta, dikejutkan dengan seorang pria yang meninggal dalam posisi duduk saat melakukan salat zuhur.
Korban yang diketahui bernama Mugiyanto (43), yang tak lain adalah mandor bangunan di Perum Jatimulyo Baru No 29 Kricak Tegalrejo Yogyakarta. Pria yang tinggal di Mertosutan Sidoluhur Godean Sleman itu sempat mengeluh pusing sebelum meninggal.
"Seperti biasa, bapak pamit ke masjid jam 12.00 untuk menjalankan salat. Pukul 13.00 WIB, saya dibel (ditelepon) disuruh ke masjid untuk mengantar pulang ke kerumah-nya (Godean), karena bapak merasa pusing," ujar Mulyono (36) warga Argomulyo Sedayu Bantul, Selasa (30/10/2012).
Mulyono yang menjadi tenaga buruh bangunan ikut mengerjakan pembangangunan bersama korban itu mendatangi masjid bersama temannya sesama buruh, Subejan (50), warga Jalan Agran JT 2/329 Rt 12/03 Pringgokusuman, Jetis, Yogyakarta.
Sesampainya di masjid, keduanya melihat korban dalam posisi duduk. Ketika disambangi, korban tidak menyapa. Kemudian, keduanya memegang nadi korban tidak berdenyut. Begitu juga saat dipanggil, korban tidak merespon sama sekali.
"Kita memberitahukan warga sini, selanjutnya dilaporkan ke polisi," ujar Mulyono.
Warga sekitar yang mendengar adanya orang meninggal itu berdatangan. Beberapa saat kemudian, polisi dan petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tegalrejo, Yogyakarta tiba di lokasi.
"Iya, tadi pihak keluarga sudah kita hubungi. Selanjutnya, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkam," kata Kapolsekta Tegalrejo Kompol Irmawansyah.
Polisi tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Petugas Puskesmas menduga korban meninggal karena serangan jantung. Hal itu dikuatkan dengan keterangan keluarga korban.
Korban yang diketahui bernama Mugiyanto (43), yang tak lain adalah mandor bangunan di Perum Jatimulyo Baru No 29 Kricak Tegalrejo Yogyakarta. Pria yang tinggal di Mertosutan Sidoluhur Godean Sleman itu sempat mengeluh pusing sebelum meninggal.
"Seperti biasa, bapak pamit ke masjid jam 12.00 untuk menjalankan salat. Pukul 13.00 WIB, saya dibel (ditelepon) disuruh ke masjid untuk mengantar pulang ke kerumah-nya (Godean), karena bapak merasa pusing," ujar Mulyono (36) warga Argomulyo Sedayu Bantul, Selasa (30/10/2012).
Mulyono yang menjadi tenaga buruh bangunan ikut mengerjakan pembangangunan bersama korban itu mendatangi masjid bersama temannya sesama buruh, Subejan (50), warga Jalan Agran JT 2/329 Rt 12/03 Pringgokusuman, Jetis, Yogyakarta.
Sesampainya di masjid, keduanya melihat korban dalam posisi duduk. Ketika disambangi, korban tidak menyapa. Kemudian, keduanya memegang nadi korban tidak berdenyut. Begitu juga saat dipanggil, korban tidak merespon sama sekali.
"Kita memberitahukan warga sini, selanjutnya dilaporkan ke polisi," ujar Mulyono.
Warga sekitar yang mendengar adanya orang meninggal itu berdatangan. Beberapa saat kemudian, polisi dan petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tegalrejo, Yogyakarta tiba di lokasi.
"Iya, tadi pihak keluarga sudah kita hubungi. Selanjutnya, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkam," kata Kapolsekta Tegalrejo Kompol Irmawansyah.
Polisi tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Petugas Puskesmas menduga korban meninggal karena serangan jantung. Hal itu dikuatkan dengan keterangan keluarga korban.
(mhd)