Beasiswa SMA di DIY, belum semua terpenuhi
Senin, 29 Oktober 2012 - 13:24 WIB
Beasiswa SMA di DIY, belum semua terpenuhi
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi siswa tidak mampu pada tingkat SMA di DIY yang belum mendapatkan beasiswa dinilai masih banyak. Melalui dana APBN Perubahan 2012, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY akan meluncurkan beasiswa bagi 1.900 siswa SMA tidak mampu di akhir tahun ini.
"Anggaran ini cair memang atas surat usulan kami sebelumnya untuk diadakan penambahan kuota beasiswa, karena memang masih banyak siswa tingkat SMA di DIY yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ini merupakan upaya kami agar jangan sampai ada siswa yang putus sekolah, hanya karena alasan biaya," ujar Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji, di DIY, Jawa Tengah, Senin (29/10/2012).
Dia menuturkan, beasiswa itu akan disalurkan kepada tiga kabupaten di DIY yakni 600 siswa untuk Kabupaten Kulonprogo, 600 siswa untuk Kabupaten Gunungkidul dan 700 siswa di Kabupaten Sleman. Nantinya, setiap siswa akan menerima beasiswa sebesar Rp65.000 per orang per bulan, selama satu tahun kedepan.
"Untuk data penerimanya sendiri, kami masih melakukan koordinasi data dengan Dinas Pendidikan di tiga kabupaten tersebut. Kami berharap data siswa SMA tidak mampu yang nanti diberikan bisa akurat dan tepat sasaran," imbuhnya.
Tak hanya beasiswa bagi siswa SMA, tahun ini Disdikpora juga akan menggelontorkan beasiswa bagi siswa yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk tingkat SD, SMP dan SMA/SMK. Berbeda dengan beasiswa bagi siswa SMA tidak mampu, beasiswa bagi siswa SLB ini sudah dilakukan untuk yang kedua kalinya dalam satu tahun ini.
Untuk tingkat SD dan SMP, masing-masing siswa akan memperoleh beasiswa Rp1 juta per tahun. Sedangkan siswa SLB tingkat SMA/SMK akan mendapat beasiswa Rp1,7 juta per orang per tahun.
"Beasiswa bagi siswa SLB ini bertujuan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di DIY. Untuk asal dananya sama dengan beasiswa siswa SMA kurang mampu yakni APBN Perubahan. Beasiswa ini juga atas usulan kami sebelumnya," ungkapnya.
Aji menjelaskan, kebutuhan biaya bagi siswa SLB memang jauh lebih banyak dibandingkan bagi siswa reguler. Hal ini dikarenakan operasional SLB sangat banyak, karena membutuhkan peralatan dan bahan ajar yang khusus.
Meski tahun 2012 ini terhitung satu siswa SLB minimal mendapat beasiswa hingga Rp2 juta, namun pendidikan di SLB belum mampu diberikan secara gratis.
"Biaya operasional yang sangat banyak menjadi faktor utama kekurangan pembiayaan terutama bagi SLB swasta. Biaya ini bisa makin membengkak jika siswa yang diajarkan memiliki ketunaan ganda atau merupakan ABK yang lebih spesifik seperti autis," paparnya.
Dia mengatakan, beasiswa kali ini diberikan bagi siswa di sekolah negeri maupun swasta. Seluruh beasiswa yang berasal dari APBN Perubahan akan cair pada November 2012 mendatang.
Proses pencairannya akan langsung dikirimkan ke rekening sekolah masing-masing sesuai dengan data jumlah siswa penerima beasiswa.
"Anggaran ini cair memang atas surat usulan kami sebelumnya untuk diadakan penambahan kuota beasiswa, karena memang masih banyak siswa tingkat SMA di DIY yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ini merupakan upaya kami agar jangan sampai ada siswa yang putus sekolah, hanya karena alasan biaya," ujar Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji, di DIY, Jawa Tengah, Senin (29/10/2012).
Dia menuturkan, beasiswa itu akan disalurkan kepada tiga kabupaten di DIY yakni 600 siswa untuk Kabupaten Kulonprogo, 600 siswa untuk Kabupaten Gunungkidul dan 700 siswa di Kabupaten Sleman. Nantinya, setiap siswa akan menerima beasiswa sebesar Rp65.000 per orang per bulan, selama satu tahun kedepan.
"Untuk data penerimanya sendiri, kami masih melakukan koordinasi data dengan Dinas Pendidikan di tiga kabupaten tersebut. Kami berharap data siswa SMA tidak mampu yang nanti diberikan bisa akurat dan tepat sasaran," imbuhnya.
Tak hanya beasiswa bagi siswa SMA, tahun ini Disdikpora juga akan menggelontorkan beasiswa bagi siswa yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk tingkat SD, SMP dan SMA/SMK. Berbeda dengan beasiswa bagi siswa SMA tidak mampu, beasiswa bagi siswa SLB ini sudah dilakukan untuk yang kedua kalinya dalam satu tahun ini.
Untuk tingkat SD dan SMP, masing-masing siswa akan memperoleh beasiswa Rp1 juta per tahun. Sedangkan siswa SLB tingkat SMA/SMK akan mendapat beasiswa Rp1,7 juta per orang per tahun.
"Beasiswa bagi siswa SLB ini bertujuan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di DIY. Untuk asal dananya sama dengan beasiswa siswa SMA kurang mampu yakni APBN Perubahan. Beasiswa ini juga atas usulan kami sebelumnya," ungkapnya.
Aji menjelaskan, kebutuhan biaya bagi siswa SLB memang jauh lebih banyak dibandingkan bagi siswa reguler. Hal ini dikarenakan operasional SLB sangat banyak, karena membutuhkan peralatan dan bahan ajar yang khusus.
Meski tahun 2012 ini terhitung satu siswa SLB minimal mendapat beasiswa hingga Rp2 juta, namun pendidikan di SLB belum mampu diberikan secara gratis.
"Biaya operasional yang sangat banyak menjadi faktor utama kekurangan pembiayaan terutama bagi SLB swasta. Biaya ini bisa makin membengkak jika siswa yang diajarkan memiliki ketunaan ganda atau merupakan ABK yang lebih spesifik seperti autis," paparnya.
Dia mengatakan, beasiswa kali ini diberikan bagi siswa di sekolah negeri maupun swasta. Seluruh beasiswa yang berasal dari APBN Perubahan akan cair pada November 2012 mendatang.
Proses pencairannya akan langsung dikirimkan ke rekening sekolah masing-masing sesuai dengan data jumlah siswa penerima beasiswa.
(mhd)