Atasi tawuran, Jokowi bangun ruang publik
Senin, 29 Oktober 2012 - 09:55 WIB
Atasi tawuran, Jokowi bangun ruang publik
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan segera membangun ruang publik yang bisa digunakan sebagai tempat warga muda Jakarta menyalurkan aspirasinya.
Kepada wartawan, Jokowi mengatakan, pembangunan ruang publik tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mencegah meluasnya aksi tawuran di Jakarta. Selain itu, dengan adanya ruang publik itu diharapkan kaum muda Jakarta akan lebih bisa mengembangkan bakatnya di bidang seni dan budaya.
"Pemudanya harus satu visi, satu ide, satu gagasan. Tidak ada tawuran dan tidak ada berantem lagi. Karena kita ini satu bangsa, apalagi satu kota. Jadi lupakanlah apa yang dinamakan tawuran, makanya kita perlu ruang publik, ruang kreasi, ruang kreatif, ruang interaksi, sehingga bisa saling sapa," katanya usai menghadiri upacara sumpah pemuda di Silang Monas, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Dia mengungkapkan, ruang publik tersebut nantinya akan dibangun di beberapa lokasi terbuka di Jakarta. Bentuknya, bisa berupa taman kota yang di dalamnya banyak kegiatan seni dan budaya.
"Nanti ada sebuah taman. Seperti Taman Suropati, biarkan di situ tiap hari ada orkestra kecil, ada pemuda latihan gambang kromo, ada pemuda latihan menari, itu sebagai ruang publik, dan juga ruang kreasi," ujarnya.
Selain itu, dia juga mengaku telah menyiapkan tempat yang bisa digunakan sebagai wadah para pecinta teknologi menyalurkan bakatnya. "Nanti bisa juga dibangun sebuah technopark, yang dipakai untuk mengasah kemampuan IT. Sehingga nantinya, Jakarta bisa menjadi sylicone venue, yang berisi para pemuda pintar," tukasnya.
Kepada wartawan, Jokowi mengatakan, pembangunan ruang publik tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mencegah meluasnya aksi tawuran di Jakarta. Selain itu, dengan adanya ruang publik itu diharapkan kaum muda Jakarta akan lebih bisa mengembangkan bakatnya di bidang seni dan budaya.
"Pemudanya harus satu visi, satu ide, satu gagasan. Tidak ada tawuran dan tidak ada berantem lagi. Karena kita ini satu bangsa, apalagi satu kota. Jadi lupakanlah apa yang dinamakan tawuran, makanya kita perlu ruang publik, ruang kreasi, ruang kreatif, ruang interaksi, sehingga bisa saling sapa," katanya usai menghadiri upacara sumpah pemuda di Silang Monas, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Dia mengungkapkan, ruang publik tersebut nantinya akan dibangun di beberapa lokasi terbuka di Jakarta. Bentuknya, bisa berupa taman kota yang di dalamnya banyak kegiatan seni dan budaya.
"Nanti ada sebuah taman. Seperti Taman Suropati, biarkan di situ tiap hari ada orkestra kecil, ada pemuda latihan gambang kromo, ada pemuda latihan menari, itu sebagai ruang publik, dan juga ruang kreasi," ujarnya.
Selain itu, dia juga mengaku telah menyiapkan tempat yang bisa digunakan sebagai wadah para pecinta teknologi menyalurkan bakatnya. "Nanti bisa juga dibangun sebuah technopark, yang dipakai untuk mengasah kemampuan IT. Sehingga nantinya, Jakarta bisa menjadi sylicone venue, yang berisi para pemuda pintar," tukasnya.
(lil)