Masuki pergantian musim waspadai DBD
Minggu, 28 Oktober 2012 - 18:39 WIB
Masuki pergantian musim waspadai DBD
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI) menginggatkan kepada seluruh warga yang berada di 16 kecamatan untuk mewaspadainya datangnya penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD).
"Musim pancaroba ini, ada beberapa penyakit yang mudah menyerang yakni muntaber, DBD dan malaria," kata Kepala Dinas Kesehatan (DInkes) OI, Kosasi, ketika dihubungi, Minggu (28/10/2012).
Dinkes sendiri sudah mengantisipasi penyebaran DBD dengan mengkampanyekan 3 M. “Paling tidak masyarakat dapat melakukan minimal menguras, menutup dan mengubur (3 M) yang dilaksanakan teratur setiap hari,” ujarnya.
Masyarakat dapat pula menaburkan bubuk abate atau altosid dua hingga tiga bulan sekali di tempat air yang sulit dikuras atau tempat sulit air.
Di OI ini, masih kata dia, ada 24 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan. Dia mengaku sudah menginstruksikan seluruh puskesmas tersebut untuk siaga 1x24 jam melayani kebutuhan masyarakat dalam hal kesehatan.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat OI untuk dapat menggunakan air bersih dan mengonsumsi air yang sudah dimasak dan matang. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak terserangnya berbagai penyakit pasca peralihan musim ini.
Sementara itu, Sekda OI, H M Sobli mengimbau khususnya warga yang berada didekat aliran anak sungai untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan air sungai yang diduga telah terkontaminasi.
Menurut dia, ada beberapa kecamatan yang perlu mewaspadai akan penyebaran penyakit muntaber, khususnya warga yang berada di dekat bantaran Sungai Ogan, Pemulutan dan Kelekar, seperti Kecamatan Pemulutan Induk, Pemulutan Barat, Pemulutan Selatan, Kecamatan Kandis, Muarakuang, Rambang Kuang dan kecamatan lainnya.
"Peralihan musim dari kemarau ke hujan saat ini berpotensi merebaknya berbagai penyakit. Sebenarnya ini dapat ditangkal dengan pola masyarakat dalam menjalankan hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
"Musim pancaroba ini, ada beberapa penyakit yang mudah menyerang yakni muntaber, DBD dan malaria," kata Kepala Dinas Kesehatan (DInkes) OI, Kosasi, ketika dihubungi, Minggu (28/10/2012).
Dinkes sendiri sudah mengantisipasi penyebaran DBD dengan mengkampanyekan 3 M. “Paling tidak masyarakat dapat melakukan minimal menguras, menutup dan mengubur (3 M) yang dilaksanakan teratur setiap hari,” ujarnya.
Masyarakat dapat pula menaburkan bubuk abate atau altosid dua hingga tiga bulan sekali di tempat air yang sulit dikuras atau tempat sulit air.
Di OI ini, masih kata dia, ada 24 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan. Dia mengaku sudah menginstruksikan seluruh puskesmas tersebut untuk siaga 1x24 jam melayani kebutuhan masyarakat dalam hal kesehatan.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat OI untuk dapat menggunakan air bersih dan mengonsumsi air yang sudah dimasak dan matang. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak terserangnya berbagai penyakit pasca peralihan musim ini.
Sementara itu, Sekda OI, H M Sobli mengimbau khususnya warga yang berada didekat aliran anak sungai untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan air sungai yang diduga telah terkontaminasi.
Menurut dia, ada beberapa kecamatan yang perlu mewaspadai akan penyebaran penyakit muntaber, khususnya warga yang berada di dekat bantaran Sungai Ogan, Pemulutan dan Kelekar, seperti Kecamatan Pemulutan Induk, Pemulutan Barat, Pemulutan Selatan, Kecamatan Kandis, Muarakuang, Rambang Kuang dan kecamatan lainnya.
"Peralihan musim dari kemarau ke hujan saat ini berpotensi merebaknya berbagai penyakit. Sebenarnya ini dapat ditangkal dengan pola masyarakat dalam menjalankan hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
(ysw)