Idul Adha, muslim Papua gelar tradisi unik
Minggu, 28 Oktober 2012 - 05:30 WIB
Idul Adha, muslim Papua gelar tradisi unik
A
A
A
Sindonews.com - Meski pelaksanaan Idul Adha sudah selesai, namun warga Papua di Kaimana masih melakukan sebuah ritual adat. Silaturahmi pun digelar secara bersama oleh seluruh warga.
Tradisi ritual adat yang digelar Sabtu 27 Oktober 2012 itu sendiri mereka namai penjemputan raja dan para tamu. Ritual yang sudah dilakukan secara turun-temurun itu memang biasa mereka adakan usai pelaksanaan Idul Adha.
Tradisi itu menggambarkan nilai budaya yang begitu kuat, baik antar sesama pemeluk agama muslim, maupun antar umat beragama di wilayah itu. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya seluruh warga yang dilibatkan dalam ritual adat ini.
Dengan menggunakan perahu, mereka terlihat menjemput raja dan para tamu sebelum masuk ke kampung.
Alunan musik dari tifa panjang, rebana dan hadro mengiringi sejumlah perahu yang digunakan dalam acara penjemputan itu. Usai penjemputan, para tamupun disuguhkan tarian adat sekitar.
Ritual adat ini, selain membangun silaturahmi juga dimaksudkan untuk mempertahankan budaya asli Papua yang kini semakin terkikis oleh perkembangan zaman.
Usai penjemputan, acara silaturahmi tersebut ditutup warga muslim dengan makan bersama.
Tradisi ritual adat yang digelar Sabtu 27 Oktober 2012 itu sendiri mereka namai penjemputan raja dan para tamu. Ritual yang sudah dilakukan secara turun-temurun itu memang biasa mereka adakan usai pelaksanaan Idul Adha.
Tradisi itu menggambarkan nilai budaya yang begitu kuat, baik antar sesama pemeluk agama muslim, maupun antar umat beragama di wilayah itu. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya seluruh warga yang dilibatkan dalam ritual adat ini.
Dengan menggunakan perahu, mereka terlihat menjemput raja dan para tamu sebelum masuk ke kampung.
Alunan musik dari tifa panjang, rebana dan hadro mengiringi sejumlah perahu yang digunakan dalam acara penjemputan itu. Usai penjemputan, para tamupun disuguhkan tarian adat sekitar.
Ritual adat ini, selain membangun silaturahmi juga dimaksudkan untuk mempertahankan budaya asli Papua yang kini semakin terkikis oleh perkembangan zaman.
Usai penjemputan, acara silaturahmi tersebut ditutup warga muslim dengan makan bersama.
(rsa)