RS Kebonjati dibobol maling
Minggu, 28 Oktober 2012 - 04:00 WIB
RS Kebonjati dibobol maling
A
A
A
Sindonews.com – Rumah Sakit (RS) Kebonjati, di Jalan Kebonjati, Kecamatan Andir, Kota Bandung, disatroni maling. Maling yang diduga beraksi pada saat libur Idul Adha ini berhasil menggondol uang puluhan juta dan barang elektronik diruangan Direktur RS Kebonjati.
Pencurian ini pertama kali diketahui oleh seorang staf ruangan direktur, bernama Kamila (24) sekira pukul 7.00 WIB saat akan memulai pekerjaannya di ruangan sekretariat samping ruang direktur.
"Saya masuk lewat pintu khusus pegawai. Pas masuk saya liat ruangan sudah berantakan dan jendelanya terbuka," tutur Kamila saat memberikan keterangan kepada petugas kepolisian dilruangan tempatnya bekerja, Sabtu 27 Oktober 2012.
Dari pemeriksaan awal, lanjut Kamila, barang yang hilang diruangan staf, tepatnya dilemari pegawai, berupa satu unit netbook merek Axio, dua kamera digital merek Olimpus dan Kodak.
"Terakhir ruangan ini ditinggalkan pada Kamis 25 Oktober 2012 sekira jam empat sore. Semuanya ditinggalkan dalam keadaan terkunci," katanya.
Sementara itu, sekira pukul 10.00 WIB Tim Inafis Polrestabes Bandung datang dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mecari barang bukti yang ditinggalkan pelaku.
Dari pemeriksaan di ruang sekretariat dan ruang direktur, tim menemukan beberapa sidik jari yang diduga milik pelaku. Selain itu, tim juga menemukan sebuah linggis biru berukuran 30cm dan kunci pintu ruang sekretariat yang diduga dibuang pelaku usai mencuri.
Hasil olah TKP, diduga pencuri masuk melalui jendela sekretariat yang dicongkel menggunakan linggis. Selanjutnya maling dengan leluasa mengacak-acak ruang sekretariat dan ruang direktur.
"Kayanya pelaku keluar lewat pintu ini (sekretariat), soalnya kunci pintu menggantung. Dan oleh pelaku kunci itu dibuang di pot bunga depan ruangan," kata seorang Tim Inafis.
Dari keterangan yang dihimpun wartawan, selain barang elektronik diruang sekretariat. Maling juga menggondol uang Rp10 juta di lemari milik direktur yang disimpan dalam sebuah amplop.
Sementara itu saat wartawan menghubungi dan mengirim pesan singkat ke Kapolsekta Andir Kompol Fillol Praja untuk mengkonfirmasi pencurian ini tak merespon.
Pencurian ini pertama kali diketahui oleh seorang staf ruangan direktur, bernama Kamila (24) sekira pukul 7.00 WIB saat akan memulai pekerjaannya di ruangan sekretariat samping ruang direktur.
"Saya masuk lewat pintu khusus pegawai. Pas masuk saya liat ruangan sudah berantakan dan jendelanya terbuka," tutur Kamila saat memberikan keterangan kepada petugas kepolisian dilruangan tempatnya bekerja, Sabtu 27 Oktober 2012.
Dari pemeriksaan awal, lanjut Kamila, barang yang hilang diruangan staf, tepatnya dilemari pegawai, berupa satu unit netbook merek Axio, dua kamera digital merek Olimpus dan Kodak.
"Terakhir ruangan ini ditinggalkan pada Kamis 25 Oktober 2012 sekira jam empat sore. Semuanya ditinggalkan dalam keadaan terkunci," katanya.
Sementara itu, sekira pukul 10.00 WIB Tim Inafis Polrestabes Bandung datang dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mecari barang bukti yang ditinggalkan pelaku.
Dari pemeriksaan di ruang sekretariat dan ruang direktur, tim menemukan beberapa sidik jari yang diduga milik pelaku. Selain itu, tim juga menemukan sebuah linggis biru berukuran 30cm dan kunci pintu ruang sekretariat yang diduga dibuang pelaku usai mencuri.
Hasil olah TKP, diduga pencuri masuk melalui jendela sekretariat yang dicongkel menggunakan linggis. Selanjutnya maling dengan leluasa mengacak-acak ruang sekretariat dan ruang direktur.
"Kayanya pelaku keluar lewat pintu ini (sekretariat), soalnya kunci pintu menggantung. Dan oleh pelaku kunci itu dibuang di pot bunga depan ruangan," kata seorang Tim Inafis.
Dari keterangan yang dihimpun wartawan, selain barang elektronik diruang sekretariat. Maling juga menggondol uang Rp10 juta di lemari milik direktur yang disimpan dalam sebuah amplop.
Sementara itu saat wartawan menghubungi dan mengirim pesan singkat ke Kapolsekta Andir Kompol Fillol Praja untuk mengkonfirmasi pencurian ini tak merespon.
(rsa)