NU doakan Jokowi seperti Khulafaur Rosyidin
Minggu, 28 Oktober 2012 - 01:30 WIB
NU doakan Jokowi seperti Khulafaur Rosyidin
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan gebrakan dalam masa awal tugasnya ternyata di doakan Ketua Pengurus Besar Nahdhotul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siroj agar seperti Khulafaur Rosyidin.
"Beliau (Jokowi) sudah bertemu dengan saya atas nama PBNU setelah terpilih itu. Saya kira bagus kepemimpinannya hingga saat ini. Gebrakkannya luar biasa," kata Kang Said usai pelantikan PCNU Jombang, di Aula Ponpes Mabaul Maarif, Denanyar, Jombang, Sabtu 27 Oktober 2012.
Menurutnya, beberapa program yang diusung Jokowi berkaitan dengan agama di DKI Jakarta telah memberikan ruang kepada NU. Seperti Islamic Center, Dialog antar umat beragama dan Forum dakwah.
Dengan melihat tipikal kepemimpinan Jokowi dalam memegang kendali Ibukota, dia berharap agar mengaca seperti kepemimpinan para sahabat nabi atau Khulafaur Rosyidin.
"Ya kita doakan saja. Mudah-mudahan mirip dengan Khulafaur Rosyidin," ujarnya.
Menurut Said, fenomena yang terjadi di Pilgub DKI, haruslah menjadi pelajaran bagi partai politik. Dia mencontohkan, di atas kertas, Fauzi Bowo atau Foke didukung hampir seluruh partai kecuali PDIP dan Gerindra. Namun karena warga Jakarta berkata lain, maka pasangan Jokowi-Ahok yang menjadi pemenang.
"Hal itu menunjukkan dukungan partai politik tidak membuat jaminan menangkan pilgub jika warga berkata lain," ujarnya.
Dia juga menggambarkan, fenomena Pilgub Jakarta adalah pentingnya membangun kekuatan dari Civil Society. Kekuatan Civil Society ini mengalahkan kekuatan partai politik.
Selain itu, pentingnya manajemen terbuka juga dianggap penting agar tidak tergerus dengan era keterbukaan. NU berharap kedepannya akan melakukan penguatan Civil Society.
"Beliau (Jokowi) sudah bertemu dengan saya atas nama PBNU setelah terpilih itu. Saya kira bagus kepemimpinannya hingga saat ini. Gebrakkannya luar biasa," kata Kang Said usai pelantikan PCNU Jombang, di Aula Ponpes Mabaul Maarif, Denanyar, Jombang, Sabtu 27 Oktober 2012.
Menurutnya, beberapa program yang diusung Jokowi berkaitan dengan agama di DKI Jakarta telah memberikan ruang kepada NU. Seperti Islamic Center, Dialog antar umat beragama dan Forum dakwah.
Dengan melihat tipikal kepemimpinan Jokowi dalam memegang kendali Ibukota, dia berharap agar mengaca seperti kepemimpinan para sahabat nabi atau Khulafaur Rosyidin.
"Ya kita doakan saja. Mudah-mudahan mirip dengan Khulafaur Rosyidin," ujarnya.
Menurut Said, fenomena yang terjadi di Pilgub DKI, haruslah menjadi pelajaran bagi partai politik. Dia mencontohkan, di atas kertas, Fauzi Bowo atau Foke didukung hampir seluruh partai kecuali PDIP dan Gerindra. Namun karena warga Jakarta berkata lain, maka pasangan Jokowi-Ahok yang menjadi pemenang.
"Hal itu menunjukkan dukungan partai politik tidak membuat jaminan menangkan pilgub jika warga berkata lain," ujarnya.
Dia juga menggambarkan, fenomena Pilgub Jakarta adalah pentingnya membangun kekuatan dari Civil Society. Kekuatan Civil Society ini mengalahkan kekuatan partai politik.
Selain itu, pentingnya manajemen terbuka juga dianggap penting agar tidak tergerus dengan era keterbukaan. NU berharap kedepannya akan melakukan penguatan Civil Society.
(rsa)