8.000 peserta Praya tanam pohon
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 18:24 WIB
8.000 peserta Praya tanam pohon
A
A
A
Sindonews.com - 8.000 peserta Pertemuan Raya (Praya) IX Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) melakukan aksi penanaman pohon di bukit Getengan kecamatan Mengkendek. Aksi penanaman pohon sebagai wujud pelayanan anggota PPGT dalam menyelamatkan bumi dari dampak pemanasan global.
Ketua umum Praya IX PPGT, Sony B Pandin menyatakan Praya IX PPGT diikuti 8000 peserta dari 82 klasis dalam lingkungan gereja Toraja di seluruh Indonesia. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam Praya IX, yakni penanaman 50.000 pohon dari berbagai jenis diantaranya mahoni dan suren. Pohon tersebut ditanam di sekitar bukit Getengan.
“Ada 50.000 bibit pohon yang ditanam pada hari keempat Praya IX. Setiap peserta dan panitia praya IX diwajibkan menaman lima pohon,” ujar Soni menjelaskan kepada wartawan, Jumat (26/10/2012).
Dia menjelaskan aksi penanaman 50.000 pohon itu sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan anggota PPGT terhadap lingkungan sekitarnya. Sesuai tema yang diusung dalam Praya IX, “water for life”, pohon yang ditanam pada Praya IX diharapkan bisa memberikan ketersediaan air bagi masyarakat setempat untuk kehidupan di masa mendatang.
Menurutnya, bukit Getengan yang menjadi lokasi penanaman 50.000 pohon itu akan diusulkan kepada pemerintah kabupaten (pemkab) untuk dijadikan sebagai kawasan hutan praya. Pemeliharaan pohon akan diberikan kepada masyarakat sekitar.
“Kami akan bekerjasama dengan masyarakat setempat untuk pemeliharaan pertumbuhan pohon yang sudah ditanam peserta Praya IX. Mudah-mudahan, aksi penanaman pohon ini bisa memberikan manfaat bagi kehidupan,” katanya.
Sony mengatakan, selain aksi penanaman pohon, kepedulian peserta Praya IX PPGT terhadap kelestarian lingkungan juga diwujudkan dalam aksi Praya IX bebas sampah. Melalui aksi bebas sampah, peserta punya kesadaran dan tanggungjawab untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat.
“Selama empat hari Praya IX berlangsung, tidak ada sampah yang berserakan di lokasi Praya. Kami berharap, aksi bebas sampah ini bisa ditetapkan di lingkungan setiap anggota PPGT usai mengikuti Praya IX,” katanya.
Kepala dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Tana Toraja, Haris Paridi menyatakan aksi penanaman 50.000 pohon pada kegiatan Praya IX PPGT atas kerjasama panitia dan Dishutbun Tana Toraja. Pihaknya menyiapkan 50.000 bibit pohon dan panitia bersama peserta praya yang melakukan penanaman. Dia berharap, pohon yang ditanam dalam Praya IX bisa tumbuh dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Kami hanya memfasilitasi menyediakan 50.000 bibit pohon dan akan ditanam oleh peserta praya di lokasi yang sudah disiapkan panitia,” katanya.
Diketahui, Praya IX PPGT yang dilaksanakan di kelurahan Getengan kecamatan Mengkendek dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan pada 22 Oktober 2012 dan akan berakhir 28 Oktober 2012. Rencananya, Praya IX PPGT akan ditutup oleh bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung.
Ketua umum Praya IX PPGT, Sony B Pandin menyatakan Praya IX PPGT diikuti 8000 peserta dari 82 klasis dalam lingkungan gereja Toraja di seluruh Indonesia. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam Praya IX, yakni penanaman 50.000 pohon dari berbagai jenis diantaranya mahoni dan suren. Pohon tersebut ditanam di sekitar bukit Getengan.
“Ada 50.000 bibit pohon yang ditanam pada hari keempat Praya IX. Setiap peserta dan panitia praya IX diwajibkan menaman lima pohon,” ujar Soni menjelaskan kepada wartawan, Jumat (26/10/2012).
Dia menjelaskan aksi penanaman 50.000 pohon itu sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan anggota PPGT terhadap lingkungan sekitarnya. Sesuai tema yang diusung dalam Praya IX, “water for life”, pohon yang ditanam pada Praya IX diharapkan bisa memberikan ketersediaan air bagi masyarakat setempat untuk kehidupan di masa mendatang.
Menurutnya, bukit Getengan yang menjadi lokasi penanaman 50.000 pohon itu akan diusulkan kepada pemerintah kabupaten (pemkab) untuk dijadikan sebagai kawasan hutan praya. Pemeliharaan pohon akan diberikan kepada masyarakat sekitar.
“Kami akan bekerjasama dengan masyarakat setempat untuk pemeliharaan pertumbuhan pohon yang sudah ditanam peserta Praya IX. Mudah-mudahan, aksi penanaman pohon ini bisa memberikan manfaat bagi kehidupan,” katanya.
Sony mengatakan, selain aksi penanaman pohon, kepedulian peserta Praya IX PPGT terhadap kelestarian lingkungan juga diwujudkan dalam aksi Praya IX bebas sampah. Melalui aksi bebas sampah, peserta punya kesadaran dan tanggungjawab untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat.
“Selama empat hari Praya IX berlangsung, tidak ada sampah yang berserakan di lokasi Praya. Kami berharap, aksi bebas sampah ini bisa ditetapkan di lingkungan setiap anggota PPGT usai mengikuti Praya IX,” katanya.
Kepala dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Tana Toraja, Haris Paridi menyatakan aksi penanaman 50.000 pohon pada kegiatan Praya IX PPGT atas kerjasama panitia dan Dishutbun Tana Toraja. Pihaknya menyiapkan 50.000 bibit pohon dan panitia bersama peserta praya yang melakukan penanaman. Dia berharap, pohon yang ditanam dalam Praya IX bisa tumbuh dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Kami hanya memfasilitasi menyediakan 50.000 bibit pohon dan akan ditanam oleh peserta praya di lokasi yang sudah disiapkan panitia,” katanya.
Diketahui, Praya IX PPGT yang dilaksanakan di kelurahan Getengan kecamatan Mengkendek dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan pada 22 Oktober 2012 dan akan berakhir 28 Oktober 2012. Rencananya, Praya IX PPGT akan ditutup oleh bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung.
(azh)