6.700 hektar sawah alami kekeringan

Jum'at, 26 Oktober 2012 - 16:07 WIB
6.700 hektar sawah alami...
6.700 hektar sawah alami kekeringan
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 6.700 hektare areal tanaman padi di sebelas kecamatan di kabupaten Indramayu mengalami puso alias gagal panen akibat musim kemarau berkepanjangan.

Puso terparah dialami petani di kecamatan Kandanghaur, dan kecamatan yang rawan pengairan irigasi.

"Tahun ini cakupan areal pertanian yang terkena puso lebih luas dibanding tahun 2011 yang hanya mencapai 4.708 hektare di enam kecamatan," kata Kepala Dinas Pertanian dan peternakan Kabupaten Indramayu Sugeng Achja kepada wartawan, di Indramayu, Jawa Baat, Jumat (27/10/2012).

Untuk tahun 2012 ini, luas areal yang terkena puso tersebar di 11 kecamatan. Di antaranya yang cukup parah terjadi di Kecamatan Kandanghaur, Losarang, Cantigi, Arahan, Krangkeng, Indramayu, Balongan, dan kecamatan Juntinyuat.

Kondisi ini, dipengaruhi oleh perilaku disiplin tanam yang tidak dihiraukan petani konvensional. Mereka sebagian besar masih berprinsip menanam padi di saat musim kemarau akan lebih menguntungkan, karena harga gabah pada saat ini sangat tinggi.

"Dinas Pertanian dan penyuluh tak segan-segan memberikan kalender pertanian dan waktu tanam yang tepat kepada petani. Namun, banyak petani yang tidak menghiraukan," jelasnya.

Faktor lain adalah masih adanya perilaku budaya yang dianut petani untuk tidak turun ke
sawah apabila belum dilakukan ritual unjungan maupun sedekah bumi. Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh camat dan kepala cabang dinas (KCD) pertanian di tingkat Kecamatan untuk memberikan masukan kepada petani terkait program percepatan tanam yang kerap berbenturan dengan kebiasaan masyarakat tersebut.

Sugeng memaparkan, pihaknya tengah mencari solusi agar petani mendapatkan bantuan terkait kerugian yang dialami petani tersebut. Solusi tengah diusulkan, kata Sugeng pemberian bantuan yang tepat, sehingga tidak ada lagi dana "bancakan" yang akhirnya berujung kepersoalan hukum.

"Formula yang tepat petani diberikan bantuan tidak berupa uang. Bisa berupa benih atau pupuk dan alat-alat pertanian," jelasnya.

Sejumlah areal pertanian yang mengalami puso, mengalami retak-retak karena minim pasokan air. Meski angka gagal panen mengalami peningkatan, namun produksi padi pada tahun ini cukup baik.

Dari target produksi sebesar 1.448.937 ton, kini telah mencapai 1.509.136 ton.Saat ini produksi mencapai 104,15 persen.Namun, kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah.
(mhd)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
2.361 Perusahaan di...
2.361 Perusahaan di Inggris Alami Kebangkrutan dan Lenyap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved