Perusakan masjid Ahmadiyah, penegakan hukum lemah
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 12:22 WIB
Perusakan masjid Ahmadiyah, penegakan hukum lemah
A
A
A
Sindonews.com – Aksi perusakan masjid Ahmadiyah yang dilakukan oleh anggota Front Pembela Islam (FPI) bukti penegakan hukum yang lemah.
Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara menilai, Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai pelarangan kegiatan Ahmadiyah perlu disosialisasikan lagi.
“Pada prinsipnya isinya (pergub) baik, hanya permasalahannya bagaimana implementasi di lapangan. Lalu pemahaman-pemahaman pada semua stakholder dan masyarakat,” tuturnya kepada wartawan, Jumat (26/10/2012).
Sementara itu Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menuturkan, Pergub tidak perlu dievaluasi namun penegakan hukum harus ditingkatkan.
“Sebelum Pergub tiap bulan kejadian seperti ini (konflik). Setelah ada Pergub, kejadian itu jarang terjadi. Masa itu harus di evaluasi?” katanya.
Namun pihaknya sependapat dengan Irfan untuk lebih mensosialisasikan lagi Pergub tersebut. “Kekerasan itu salah. Tapi kita juga kita harus pikirkan apa penyebab kekesan itu terjadi,” tegasnya.
Menurutnya, jika insiden semalam disebabkan kesalahpahaman semata, lebih baik diselesaikan secara musyawarah. Dia berharap, semua pihak bisa menahan diri dan memahami peraturan dan hukum yang berlaku. Tidak hanya itu, Heryawan juga menyesalkan insiden ini terjadi saat menjelang hari raya Idul Adha. “Kehikmatannya jadi terganggu,” pungkasnya.
Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara menilai, Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai pelarangan kegiatan Ahmadiyah perlu disosialisasikan lagi.
“Pada prinsipnya isinya (pergub) baik, hanya permasalahannya bagaimana implementasi di lapangan. Lalu pemahaman-pemahaman pada semua stakholder dan masyarakat,” tuturnya kepada wartawan, Jumat (26/10/2012).
Sementara itu Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menuturkan, Pergub tidak perlu dievaluasi namun penegakan hukum harus ditingkatkan.
“Sebelum Pergub tiap bulan kejadian seperti ini (konflik). Setelah ada Pergub, kejadian itu jarang terjadi. Masa itu harus di evaluasi?” katanya.
Namun pihaknya sependapat dengan Irfan untuk lebih mensosialisasikan lagi Pergub tersebut. “Kekerasan itu salah. Tapi kita juga kita harus pikirkan apa penyebab kekesan itu terjadi,” tegasnya.
Menurutnya, jika insiden semalam disebabkan kesalahpahaman semata, lebih baik diselesaikan secara musyawarah. Dia berharap, semua pihak bisa menahan diri dan memahami peraturan dan hukum yang berlaku. Tidak hanya itu, Heryawan juga menyesalkan insiden ini terjadi saat menjelang hari raya Idul Adha. “Kehikmatannya jadi terganggu,” pungkasnya.
(azh)