Pasca perusakan, Masjid Ahmadiyah dijaga ketat
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 08:16 WIB
Pasca perusakan, Masjid Ahmadiyah dijaga ketat
A
A
A
Sindonews.com - Pasca perusakan Masjid An Nasir (Ahmadiyah) di Gang H Sapari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar yang dilakukan Front Pembela Islam, sejumlah petugas polisi langsung melakukan penjagaan ketat.
Mengenai insiden perusakan tersebut, Wakapolrestabes Bandung AKBP Dadang Hartanto mengaku tidak kecolongan atas sikap FPI terhadap masjid yang digunakan jemaat Ahmadiyah.
"Perusakan itu dilakukan secara spontan. Karena mungkin tadi ada sikap dari pihak Ahmadiyah yang menyinggung pihak FPI," kata Dadang saat ditemui di Masjid An Nasir, Jumat (26/10/2012).
Diakuinya, saat itu kepolisian telah mengetahui kedatangan FPI. Di saat itu pula, massa FPI ingin menegakan Pergub mengenai pelarangan kegiatan jemaat Ahmadiyah di Jawa Barat.
“Perwakilan FPI dan Ahmadiyah dibawa ke Polsek Astanaanyar untuk bernegosiasi. Tapi, saat keduanya berunding ternyata pihak FPI yang berada di masjid melakukan perusakan kaca jendela di lantai satu,” terangnya.
Untuk menjaga kondusifitas, polisi telah menyiagakan anggotanya di sekitar masjid. Bahkan beberapa saat kejadian, terlihat beberapa pejabat Polrestababes Bandung seperti Wakapolrestabes, Kasatreskrim, dan Kasat Intelkam berada dilokasi kejadian.
Terlihat beberapa petugas kepolisian berseragam dan berpakaian preman di tempatkan sejak masuk gang hingga masjid yang jaraknya sekira 200 meter.
Mengenai insiden perusakan tersebut, Wakapolrestabes Bandung AKBP Dadang Hartanto mengaku tidak kecolongan atas sikap FPI terhadap masjid yang digunakan jemaat Ahmadiyah.
"Perusakan itu dilakukan secara spontan. Karena mungkin tadi ada sikap dari pihak Ahmadiyah yang menyinggung pihak FPI," kata Dadang saat ditemui di Masjid An Nasir, Jumat (26/10/2012).
Diakuinya, saat itu kepolisian telah mengetahui kedatangan FPI. Di saat itu pula, massa FPI ingin menegakan Pergub mengenai pelarangan kegiatan jemaat Ahmadiyah di Jawa Barat.
“Perwakilan FPI dan Ahmadiyah dibawa ke Polsek Astanaanyar untuk bernegosiasi. Tapi, saat keduanya berunding ternyata pihak FPI yang berada di masjid melakukan perusakan kaca jendela di lantai satu,” terangnya.
Untuk menjaga kondusifitas, polisi telah menyiagakan anggotanya di sekitar masjid. Bahkan beberapa saat kejadian, terlihat beberapa pejabat Polrestababes Bandung seperti Wakapolrestabes, Kasatreskrim, dan Kasat Intelkam berada dilokasi kejadian.
Terlihat beberapa petugas kepolisian berseragam dan berpakaian preman di tempatkan sejak masuk gang hingga masjid yang jaraknya sekira 200 meter.
(ysw)