Marianti akhirnya mendapat perawatan medis
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 05:29 WIB
Marianti akhirnya mendapat perawatan medis
A
A
A
Sindonews.com - Setelah sempat dirawat di rumah, keluarga miskin penderita infeksi otak Marianti (11) asal Dusun Rantelemo, Desa Awo, Kecamatan Tammerodo, Kabuapten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), akhirnya mendapat perawatan medis di rumah sakit.
“Tidak bisa apa-apa. Makan, bergerak bahkan membuka mata pun tidak bisa. Saya hanya bisa berdoa semoga cepat sembuh,” kata Haeriah ibu Marianti, kepada SINDO di RSUD Polman, Kamis, 25 Oktober 2012.
Akhirnya, Marianti kembali ditingkatkan perawatannya dan dirawat di ruang perawatan ISU RSUD Polman. Marianti mulai menjalani perawatan di RSUD Polman sejak 22 Oktober lalu.
“Baru tiga hari disini. Kondisinya belum ada perubahan,” kata Haeriah saat ditemui di ruang ISU RSUD Polman.
Diceritakan Haeriah, di RSUD Majene, anaknya menjalani perawatan kurang lebih tiga minggu atau 21 hari.
Tapi, karena kondisi tidak ada perubahan, ia dan keluarga lainnya bersepakat untuk memulangkan dan merawat anaknya dirumah.
“Saya tidak ada biaya untuk merawat hingga sembuh," kata Haeriah. Selamat perawatan di RSUD Majene, Haeriah terpaksa meminjam Jamkesmas milik keluarganya.
Beruntung, kini sejumlah bantuan mulai mengalir untuk pengobatan Marianti.
Hadijah (20) kakak Marianti mengaku sumbangan itu datangnya dari Cici Paramida yang disampaikan melalui Wakil Bupati Majene, Fahmi Masiara, sebesar Rp 4 juta. Selain itu, adanya sumbangan lain dari sejumlah mahasiswa di kabupaten Majene.
Bahkan Kapolda Kalimantan Selatan Brigjend Pol Syafruddin mengutus petugas Polres Polman agar Marianti mendapat perawatan di Makassar. Kapolda menjamin seluruh biaya rumah sakit bagi Marianti jika dibawa ke Makassar. Tidak hanya itu, utusan Kapolda juga mmeberitahu kalau seluruh biaya perawatan Marianti di RSUD POlman sudah ditanggungnya.
“Tidak bisa apa-apa. Makan, bergerak bahkan membuka mata pun tidak bisa. Saya hanya bisa berdoa semoga cepat sembuh,” kata Haeriah ibu Marianti, kepada SINDO di RSUD Polman, Kamis, 25 Oktober 2012.
Akhirnya, Marianti kembali ditingkatkan perawatannya dan dirawat di ruang perawatan ISU RSUD Polman. Marianti mulai menjalani perawatan di RSUD Polman sejak 22 Oktober lalu.
“Baru tiga hari disini. Kondisinya belum ada perubahan,” kata Haeriah saat ditemui di ruang ISU RSUD Polman.
Diceritakan Haeriah, di RSUD Majene, anaknya menjalani perawatan kurang lebih tiga minggu atau 21 hari.
Tapi, karena kondisi tidak ada perubahan, ia dan keluarga lainnya bersepakat untuk memulangkan dan merawat anaknya dirumah.
“Saya tidak ada biaya untuk merawat hingga sembuh," kata Haeriah. Selamat perawatan di RSUD Majene, Haeriah terpaksa meminjam Jamkesmas milik keluarganya.
Beruntung, kini sejumlah bantuan mulai mengalir untuk pengobatan Marianti.
Hadijah (20) kakak Marianti mengaku sumbangan itu datangnya dari Cici Paramida yang disampaikan melalui Wakil Bupati Majene, Fahmi Masiara, sebesar Rp 4 juta. Selain itu, adanya sumbangan lain dari sejumlah mahasiswa di kabupaten Majene.
Bahkan Kapolda Kalimantan Selatan Brigjend Pol Syafruddin mengutus petugas Polres Polman agar Marianti mendapat perawatan di Makassar. Kapolda menjamin seluruh biaya rumah sakit bagi Marianti jika dibawa ke Makassar. Tidak hanya itu, utusan Kapolda juga mmeberitahu kalau seluruh biaya perawatan Marianti di RSUD POlman sudah ditanggungnya.
(ysw)