Pantat Gayus dibedah
Kamis, 25 Oktober 2012 - 19:26 WIB
Pantat Gayus dibedah
A
A
A
Sindonews.com - Masih ingat dengan Gayus Holomoan Tambunan (33) terpidana kasus mafia pajak. Kini kabarnya, dia harus menjalani operasi di rumah sakit di luar Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Sukamiskin Bandung, tempat terpidana penggelapan pajak tersebut ditahan.
Kepala Lapas Sukamiskin Dewa Putut Gede menuturkan, Gayus mengalami sakit di bagian dalam duburnya sehingga harus menjalani operasi. Dia sudah mengeluhkan sakitnya sejak pertama kali masuk lapas, yakni 1 Juni 2012 lalu.
“Sakitnya memang bawaan sejak masuk ke sini 1 Juni 2012, dia keluhkan panas terus di duburnya setiap BAB (buang air besar),” kata Dewa, saat dikonfirmasi wartawan via telepon, Kamis (25/10/2012).
Dewa mengatakan, waktu itu tim medis Lapas Sukamiskin sudah mengambil langkah terhadap penyakit yang diderita Gayus. Namun sakitnya bertambah parah.
Pihak lapas berusaha memanggil dokter dari Puskesmas Arcamanik untuk melakukan observasi. Dokter tersebut berusaha mengobati Gayus dari dalam lapas, tapi tidak ada hasil.
Kata dokter, Gayus harus operasi. Akhirnya, Gayus dirujuk ke RS di luar lapas, yakni RS Santosa Bandung.
"Pihaknya merujuk Gayus ke RS Santosa, karena lapas tidak memiliki peralatan operasi, ruang operasi, dokter ahli bedah, dan obat-obatan yang diperlukan terkait operasi. Karena di dubur ada pembengkakan di dalam, agak berat penanganannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, setelah observasi ternyata memang harus diambil tindakan operasi bedah.
Dibawanya Gayus ke luar lapas terlebih dahulu sudah meminta ijin dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat. Untuk menjamin hal yang tidak diinginkan, pihaknya berkoordinasi dengan petugas kepolisian.
“Keamanannya sangat dijamin, dibantu oleh pengawalan utama petugas narapidana, tanggung jawab mutlak ada di petugas LP, dibantu oleh pengamanan dari kepolisian,” tegasnya.
Iman Herdiana
Kepala Lapas Sukamiskin Dewa Putut Gede menuturkan, Gayus mengalami sakit di bagian dalam duburnya sehingga harus menjalani operasi. Dia sudah mengeluhkan sakitnya sejak pertama kali masuk lapas, yakni 1 Juni 2012 lalu.
“Sakitnya memang bawaan sejak masuk ke sini 1 Juni 2012, dia keluhkan panas terus di duburnya setiap BAB (buang air besar),” kata Dewa, saat dikonfirmasi wartawan via telepon, Kamis (25/10/2012).
Dewa mengatakan, waktu itu tim medis Lapas Sukamiskin sudah mengambil langkah terhadap penyakit yang diderita Gayus. Namun sakitnya bertambah parah.
Pihak lapas berusaha memanggil dokter dari Puskesmas Arcamanik untuk melakukan observasi. Dokter tersebut berusaha mengobati Gayus dari dalam lapas, tapi tidak ada hasil.
Kata dokter, Gayus harus operasi. Akhirnya, Gayus dirujuk ke RS di luar lapas, yakni RS Santosa Bandung.
"Pihaknya merujuk Gayus ke RS Santosa, karena lapas tidak memiliki peralatan operasi, ruang operasi, dokter ahli bedah, dan obat-obatan yang diperlukan terkait operasi. Karena di dubur ada pembengkakan di dalam, agak berat penanganannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, setelah observasi ternyata memang harus diambil tindakan operasi bedah.
Dibawanya Gayus ke luar lapas terlebih dahulu sudah meminta ijin dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat. Untuk menjamin hal yang tidak diinginkan, pihaknya berkoordinasi dengan petugas kepolisian.
“Keamanannya sangat dijamin, dibantu oleh pengawalan utama petugas narapidana, tanggung jawab mutlak ada di petugas LP, dibantu oleh pengamanan dari kepolisian,” tegasnya.
Iman Herdiana
(maf)